COVID-19, Thailand Perpanjang Darurat Nasional dan Jam Malam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biksu pemula menggunakan pelindung wajah dan masker saat mengikuti pelajaran saat pandemi virus corona atau COVID-19 di lembaga pendidikan monastik Wat Molilokayaram di Bangkok, Thailand, 22 April 2020. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Biksu pemula menggunakan pelindung wajah dan masker saat mengikuti pelajaran saat pandemi virus corona atau COVID-19 di lembaga pendidikan monastik Wat Molilokayaram di Bangkok, Thailand, 22 April 2020. REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabinet Thailand pada Selasa, 28 April 2020, memutuskan memperpanjang satu bulan lagi status darurat nasional terhitung mulai 1 Mei 2020. Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, mengatakan keputusan itu bagian dari upaya mencegah COVID-19 menyebar lebih jauh.    

    Situs asiaone.com mewartakan selain memperpanjang status darurat nasional, Kabinet Thailand memberlakukan jam malam mulai 10 malam sampai jam 4 pagi. Kabinet Thailand juga menunda libur nasional yang ada pada bulan Mei.

    Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha mengunjungi titik pengecekan di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Hingga 1 Februari 2020, terdapat 19 kasus 2019-nCov yang terkonfirmasi di Thailand, kedua terbanyak setelah Tiongkok

    Menurut Prayut, sejumlah larangan masih akan diberlakukan. Namun ada pula beberapa yang akan dilonggarkan.

    Sebelumnya Thailand telah menetapkan status darurat nasional pada 26 Maret yang berlaku sampai 30 April 2020, sedangkan aturan soal jam malam diberlakukan sejak 13 April 2020.  Wabah virus corona mulai menyebar di Thailand pada Januari.  

    Situs nytimes.com pada Selasa, 28 April menuliskan ada tujuh kasus baru virus corona di Thailand dan tambahan dua pasien meninggal karena virus itu. Total di Thailand ada 2.938 kasus virus corona. Dari jumlah itu, 54 kasus berakhir dengan kematian dan 2.652 pasien berhasil sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.