Dampak COVID-19, Pelajar SMA Tiba di Belanda dengan Kapal Layar

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 25 mahasiswa asal Belanda bisa pulang kampung dengan berlayar pakai perahu setelah penerbangan internasional banyak yang dibatalkan. Sumber: Reuters

    Sekitar 25 mahasiswa asal Belanda bisa pulang kampung dengan berlayar pakai perahu setelah penerbangan internasional banyak yang dibatalkan. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok siswa SMA warga negara Belanda tiba di negara itu pada Minggu, 26 April 2020 menggunakan moda transportasi kapal layar. Mereka tak punya pilihan transportasi yang akan membawa mereka keluar dari Karabia menuju Belanda setelah maskapai memberlakukan sejumlah larangan dampak virus corona.

    Dikutip dari reuters.com, total ada 25 pelajar yang ikut dalam perjalanan itu untuk study tour, usia 14 – 17 tahun. Namun pada pertengahan Maret 2020, mereka tak bisa pulang ke Belanda lewat Kuba seperti yang sudah direncanakan. Walhasil, mereka pun mengendarai kapal layar ‘Wylde Swan’ yang dibuat pada 1920.

    Sekitar 25 mahasiswa asal Belanda bisa pulang kampung dengan berlayar pakai perahu setelah penerbangan internasional banyak yang dibatalkan. Sumber: Reuters.com

    Ikut berlayar dalam kapal itu, 12 pelaut berpengalaman dan tiga guru, yang akan berlayar balik mengarungi samudera atlantik. Perjalanan tersebut sejauh 7 ribu kilometer atau sekitar 5 minggu.

    “Anda harus belajar beradaptasi karena Anda tak punya banyak pilihan. Yang terlintas dalam pikiran saya yang pertama adalah bagaimana saya akan melalui ini dengan pakaian yang saya punya dan apakah di kapal ini ada cukup makanan,” kata Anna Maartje, pelajar yang ikut dalam perjalanan itu. 

    Dalam kapal layar tersebut tersedia stok makanan dan pakaian yang disiapkan saat mereka di Pulau Santi Lucia dan sebelum mengarungi Samudera Atlantik. Mereka juga membawa air tawar.

    Panitia pengatur perjalanan ini membagikan rekaman video sekelompok lumba-lumba yang berenang mengikuti kapal layar mereka pada 21 April. Seorang pelajar bernama Lotte menceritakan, tantangan dalam perjalanan ini adalah mereka harus mau bersempit-sempit karena ada 40 orang dalam satu kapal sehingga mereka sulit punya privasi. 

    Para pelajar SMA itu untungnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Harlingen, Belanda, dimana orang tua mereka menunggu dalam mobil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.