Akibat Corona, Perkara Batuk Jadi Perilaku Tak Beradab di Cina

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelamar kerja membaca informasi rekrutmen dalam bursa kerja di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 21 April 2020. Bursa kerja tersebut juga merupakan langkah yang diambil pemerintah Cina untuk mengimbangi dampak virus Corona dalam pasar kerja yang sempat menurun selama virus tersebut mewabah di berbagai kota di Cina, khususnya Wuhan sebagai pusat penyebaran Covid-19. Xinhua/Xiao Yijiu

    Pelamar kerja membaca informasi rekrutmen dalam bursa kerja di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 21 April 2020. Bursa kerja tersebut juga merupakan langkah yang diambil pemerintah Cina untuk mengimbangi dampak virus Corona dalam pasar kerja yang sempat menurun selama virus tersebut mewabah di berbagai kota di Cina, khususnya Wuhan sebagai pusat penyebaran Covid-19. Xinhua/Xiao Yijiu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus Corona (COVID-19) memaksa pemerintah Cina untuk mengubah sejumlah kebijakannya. Salah satu yang terbaru adalah pembaruan aturan soal kebersihan di ruang publik.

    Di aturan tersebut, Cina memasukkan sejumlah perilaku baru dalam kategori 'Tidak Beradab' (Uncivilised Behaviour). Beberapa di antaranya adalah batuk tanpa menutup mulut, bersin tanpa menutup hidung, serta tidak menggunakan masker ketika sakit. Semuanya berkaitan langsung dengan virus Corona.

    "Tujuan dari aturan ini adalah untuk mempromosikan perilaku beradab di ruang publik serta melawan pandemi virus Corona yang sudah memakan 80 ribu korban," sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Ahad, 26 April 2020.

    Tidak hanya perkara batuk dan bersin saja yang masuk dalam kategori tidak beradab. Masalah berpakaian, peralatan makan, dan jarak pun jadi ikut masuk ke dalamnya karena virus Corona.

    Perkara jarak, sekarang tiap fasilitas publik harus memberi panduan jarak 1 meter antar orang. Sementara itu, soal peralatan makan, warga Cina tidak boleh lagi mengambil makanan bersama dengan sumpit masing-masing, harus menggunakan sendok khusus.

    Soal berpakaian, warga Cina tidak boleh berpergian dengan pakaian minim seperti bikni. Menunjukkan perut saja pun akan dilarang karena dianggap tidak beradab dan bahaya.

    Bagi mereka yang ketahuan melanggar pembatasan-pembatasan di atas, maka denda akan diberikan. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui berapa besar denda yang disiapkan. Namun, apabila mengacu pada aturan kebersihan lainnya, diperkirakan besarnya sekitar 200 Yuan atau setara Rp500 ribu.

    "Aturan ini juga meminta masyarakat untuk proaktif melaporkan pelanggaran ke polisi. Hal itu akan mempengaruhi skor sosial mereka," sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.

    Saat ini, Cina tercatat memiliki 82.827 kasus dan 4.632 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19).

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.