Iran Catat Penurunan 70 Persen Korban Meninggal Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Iran mengenakan masker untuk mencegah penularan virus Corona. [IRNA]

    Warga Iran mengenakan masker untuk mencegah penularan virus Corona. [IRNA]

    TEMPO.CODubai – Jumlah korban meninggal akibat infeksi virus Corona di Iran mencapai 5.650 orang. Ini setelah jumlah korban meninggal harian pada Sabtu bertambah 76 orang.

    Sedangkan jumlah korban terdiagnosa telah terinfeksi virus Corona hingga kemarin tercatat sebanyak 89.328 orang

    “Sebanyak 3.096 orang berada dalam kondisi kritis,” kata Kianush Jahanpur, juru bicara kementerian Kesehatan, seperti Channel News Asia pada Sabtu, 25 April 2020.

    Deputi Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi,mengatakan jumlah korban meninggal akibat infeksi virus Corona turun 70 persen dari masa puncak.

    Sedangkan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit sudah turun hingga 50 persen.

    Pemerintah Iran saat ini bersiap untuk menghadapi gelombang kedua wabah virus Corona, yang mengkhawatirkan jajaran pejabat.

    Menurut Alireza Zali, koordinator penanganan COVID-19, tren infeksi baru virus Corona mulai turun sejak awal April 2020.

    Namun, dia meminta agar pemerintah tidak tergesa-gesa mengizinkan kegiatan sosial dan ekonomi kembali berjalan normal.

    “Itu bisa menimbulkan gelombang baru infeksi virus Corona dan mempersulit upaya mengontrol virus ini di ibu kota Tehran,” kata Zali seperti dilansir IRNA.

    Reuters melaporkan virus Corona ini merebak di Wuhan, Hubei, Cina pada Desember 2019. Wabah virus Corona ini telah menyebar ke 185 negara dan menewaskan lebih dari 200 ribu orang dan menginfeksi sekitar 2.9 juta orang seperti dilansir Johns Hopkins University.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.