Pangeran Charles Sedih Dengar Bocah Muslim Meninggal Sendirian

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Charles mengucapkan selamat menunaikan Ramadan kepada Muslim Inggris dan Dunia, 24 Maret 2020.[Kanal YouTube The Royal Family]

    Pangeran Charles mengucapkan selamat menunaikan Ramadan kepada Muslim Inggris dan Dunia, 24 Maret 2020.[Kanal YouTube The Royal Family]

    TEMPO.CO, JakartaPangeran Charles, the Prince of Wales, mengatakan sangat bersedih mendengar kisah tragis seorang bocah Muslim Inggris berusia 13 tahun meninggal sendirian karena virus Corona.

    Kesedihan Pangeran Charles diungkapkan melalui pesan video ucapan selamat Ramadan kepada umat Muslim, dalam acara buka puasa virtual pada Jumat kemarin, dikutip dari The Mirrror, 25 April 2020.

    Dia juga memuji umat Muslim yang bekerja di NHS atau sebagai pekerja inti, dan bersimpati dengan keluarga dokter dan perawat Muslim yang orang-orang terkasihnya telah meninggal karena virus Corona.

    "Saya benar-benar patah hati oleh kisah tragis Ismail Mohamed Abdulwahab, anak lelaki berusia tiga belas tahun yang sebelumnya sehat, yang meninggal tanpa kenyamanan keluarganya di sisinya," kata Pangeran Charles.

    "Setiap kematian, apapun penyebabnya, akan sangat sulit bagi keluarga dengan pembatasan pemakaman saat ini.

    "Saya hanya bisa mengerti betapa menyakitkan penderitaan ini bagi mereka yang terkena dampak dan saya tahu rasa duka mereka yang luar biasa akan ditanggung oleh orang lain yang tak terhitung jumlahnya, termasuk saya," kata Pangeran Charles.

    Ismail dari Brixton, London selatan, adalah anak pertama di Inggris yang meninggal setelah dites positif mengidap virus Corona.

    Bocah itu dirawat di Rumah Sakit King's College London pada 26 Maret dan dinyatakan positif COVID-19 pada hari berikutnya.

    Dia dimakamkan empat hari kemudian, tetapi keluarga dekatnya tidak dapat hadir karena mereka harus mengasingkan diri.

    "Banyak Muslim Inggris, tentu saja, akan menghabiskan bulan Ramadan ini di garis depan krisis COVID, bekerja di NHS kami atau dalam posisi kunci lainnya."

    "Yang paling tragis, saya tahu bahwa sejumlah dokter dan perawat yang sangat berpengalaman dan sangat berharga dari komunitas Muslim telah kehilangan nyawa mereka karena virus yang merusak ini.

    "Kepada keluarga dan kolega mereka, saya hanya bisa menyampaikan simpati saya yang paling dalam. Dan kepada semua orang di garis depan, dari agama apapun, saya menyampaikan kekaguman yang mendalam dan rasa terima kasih yang tulus atas semua yang mereka lakukan, untuk kita semua," ujar Charles.

    Pesan Ramadan saat buka puasa virtual Prince of Wales disampaikan dalam video yang dibagikan kanal YouTube The Royal Family pada 24 April.

    Menurut Arab News, buka puasa virtual ini dipandu oleh presenter BBC Asad Ahmad dan Kepala Senior Mosaik dan Integrasi Komunitas di The Prince's Trust, Dr. Nizam Uddin. Acara buka puasa ini juga disponsori oleh Islamic Relief UK.

    Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock juga mengirim pesan video berterima kasih kepada semua orang yang berpartisipasi secara virtual dan mereka yang membantu menjaga NHS dan menyelamatkan nyawa. Matt Hancock juga mengucapkan terima kasih kepada semua Muslim Inggris di garis depan respons krisis virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.