WHO: Tidak Ada Bukti Sembuh dari Corona Tidak Kambuh Lagi

Petugas mengoperasikan drone di jalanan Kota Talcahuano, Cile, 21 Maret 2020. Petugas menggunakan drone untuk melakukan sterilisasi demi mencegah penyebaran virus Corona di wilayah tersebut. REUTERS/Jose Luis Saavedra

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengatakan tidak ada bukti saat ini bahwa orang yang sembuh dari virus Corona atau COVID-19 dan memiliki antibodi terlindungi dari infeksi untuk kedua kali.

WHO menyatakan ini dalam laporan ilmiahnya guna memperingatkan pemerintah beberapa negara agar tidak mengeluarkan paspor imunitas atau sertifikat bebas resiko kepada mereka yang pernah terinfeksi dan sembuh.

Paspor imunitas atau sertifikat bebas resiko diberikan kepada orang-orang untuk digunakan dalam perjalanan atau kembali bekerja.

"Saat ini tidak ada bukti bahwa orang yang telah sembuh dari COVID-19 dan memiliki antibodi terlindungi dari infeksi kedua," kata WHO dalam pernyataannya sebagaimana dikutip dari Reuters, 25 April 2020.

Badan PBB ini beralasan keakurasian tidak dapat dijamin. Justru paspor imunitas atau sertifikat bebas resiko yang tidak akurat itu akan meningkatkan resiko penularan yang berlanjut. Ini dikarenakan orang yang telah pulih dari infeksi virus Corona dapat mengabaikan nasehat tentang standar pencegahan virus.

WHO masih melanjutkan pengkajian mengenai reaksi antibodi terhadap virus yang muncul di pusat kota Wuhan, Cina pada akhir tahun lalu.

Kebanyakan studi telah menunjukkan bahwa orang yang telah sembuh dari infeksi memiliki antibodi terhadap virus itu. Namun menurut WHO beberapa di antara mereka memiliki tingkat antibodi penawar yang sangat rendah di dalam darah mereka.

Cile merupakan salah satu negara yang pekan lalu akan mulai memberikan paspor kesehatan bagi orang-orang yang telah sembuh dari infeksi virus Corona. Sehingga paspor ini akan dipakai untuk segera dapat kembali bekerja.






Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

4 hari lalu

Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

Aktor Korea Selatan Lee Seung Gi mendapatkan apresiasi Direktur Jenderal WHO, karena mengingatkan soal batas konsumsi asupan garam harian. Berbahaya?


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

6 hari lalu

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

7 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Uganda Umumkan KLB Ebola Pasca-Galur Sudan Ditemukan

7 hari lalu

Uganda Umumkan KLB Ebola Pasca-Galur Sudan Ditemukan

WHO mengatakan sebelumnya sudah ada tujuh KLB Ebola galur Sudan yakni empat di Uganda dan tiga di Sudan.


Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

8 hari lalu

Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan bahwa pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir.


WHO Berterima Kasih Lee Seung Gi Bicara Soal Asupan Garam di Drama The Law Cafe

9 hari lalu

WHO Berterima Kasih Lee Seung Gi Bicara Soal Asupan Garam di Drama The Law Cafe

Karakter Lee Seung Gi di The Law Cafe mengungkapkan berbagai ancaman penyakit berbahaya jika terus-menerus konsumsi garam berlebihan setiap harinya.


Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

12 hari lalu

Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

Dirjen WHO menyatakan sudah ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.


Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

13 hari lalu

Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

Ini penilaian paling optimistis sejak PBB menerapkan pandemi COVID-19 pada Maret 2020


Vaksin Covid-19, Cina Pengguna Vaksin Isap Pertama di Dunia

20 hari lalu

Vaksin Covid-19, Cina Pengguna Vaksin Isap Pertama di Dunia

Vaksin tanpa jarum ini adalah yang pertama mengantongi EUA dari antara 100 lebih vaksin Covid-19 oral ataupun nasal yang sedang dikembangkan di dunia.


Apakah itu Paru-paru Basah? Ini Penyebab dan Gejalanya

27 hari lalu

Apakah itu Paru-paru Basah? Ini Penyebab dan Gejalanya

Paru-paru basah bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Apa penyebab dan gejala paru-paru basah tersebut.