KBRI Beri Bantuan ke WNI yang Kena PHK di Amerika

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KBRI Washington, D.C. melaksanakan program pembagian paket sembako sehat bagi para WNI yang terdampak virus corona. Sumber: dokumen KBRI

    KBRI Washington, D.C. melaksanakan program pembagian paket sembako sehat bagi para WNI yang terdampak virus corona. Sumber: dokumen KBRI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemberlakuan kebijakan untuk tetap berada di rumah selama pandemik virus corona oleh Pemerintah Amerika Serikat telah berdampak besar pada perekonomian negara itu, termasuk nasib para WNI di Amerika.

    KBRI dalam keterangannya Sabtu, 25 April 2020, menjelaskan kebijakan tetap berada di rumah diberlakukan demi mencegah penyebaran COVID-19.

    Di antara sektor perekonomian Amerika yang terdampak besar adalah bidang-bidang usaha non-esensial, seperti ritel dan restoran, serta sektor pekerjaan non-formal. Tidak sedikit UMKM dalam kategori tersebut terpaksa menutup usahanya dan melakukan PHK. 

    KBRI Washington, D.C. melaksanakan program pembagian paket sembako sehat bagi para WNI yang terdampak virus corona di Amerika Serikat. Sumber: dokumen KBRI

    Tidak hanya masyarakat Amerika, diaspora Indonesia yang tinggal dan bekerja di negara itu pun tidak luput terkena dampaknya. Sebagian WNI ada yang kehilangan mata pencaharian atau terkena PHK. 

    “Berdasarkan data hasil penelusuran langsung kami, ada sejumlah WNI di AS, termasuk yang berada di wilayah Washington DC dan sekitarnya, yang kesulitan untuk menyambung hidup karena sudah tidak memliki pendapatan, bahkan untuk membeli kebutuhan pokok,” ujar Theodorus Satrio Nugroho, Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C. 

    Sebagai salah satu upaya untuk membantu meringankan beban tersebut, KBRI Washington, D.C. melaksanakan program pembagian paket sembako sehat bagi para WNI yang terdampak. Secara khusus, bantuan tersebut ditujukan bagi yang warga Indonesia yang paling membutuhkan dan kelompok-kelompok yang dinilai paling rentan terhadap dampak wabah virus korona.  

    Pendataan warga terdampak dilakukan baik melalui informasi langsung dari masyarakat, atau melalui kerja sama KBRI dengan berbagai organisasi, tokoh-tokoh masyarakat, dan simpul-simpul komunitas Indonesia, diantaranya IMAAM Center, Rumpun Wargi Pasundan, Paguyuban Tiyang Jawi, dan Singolodoyo. 

    “Jumlah sembako sehat yang dibagikan untuk tahap awal mencapai 112 paket bantuan, yang berisi beras, buah-buahan, vitamin dan masker. Terdapat 28 titik pengiriman dengan titik terjauh adalah Ellicott City, Maryland (67 kilometer dari ibukota AS). Sementara ini, sudah 2 tahap yang kita lakukan, yaitu pada 21 April dan 22 April, ” jelas Theodorus.

    Wakil Duta Besar RI/Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Washington, D.C., Iwan Freddy Hari Susanto menjelaskan bahwa tujuan pemberian bantuan ini tidak hanya dimaksudkan untuk meringankan beban WNI yang terdampak, namun juga untuk menunjukkan kehadiran negara. 

    “Oleh karena itu, upaya ini perlu dilihat tidak hanya dari bentuk atau nilai bantuannya, namun juga dari sisi pelibatan, kerja sama, dan gotong royong seluruh komponen dan simpul-simpul masyarakat Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi vitamin moril bagi sesama warga Indonesia di perantauan, bahwa kita tidak sendirian di saat mengalami kesulitan ini,” tambah Iwan saat melepas Tim Satgas COVID KBRI Washington, D.C. yang akan mendistribusikan bantuan. 

    Inisiatif tersebut mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para WNI penerima bantuan paket sembako tersebut. Salah satunya Ruslan, seorang WNI yang bermukim di Fairfax, Virginia. 

    “Awalnya saya bingung untuk sekedar curhat apalagi meminta bantuan. Karena saya tahu sesama teman juga sedang kesulitan. Dengan adanya bantuan ini saya sadar kalau saya tidak sendirian,” ujarnya penuh syukur ketika dihubungi melalui telepon oleh KBRI. 

    Meskipun diserahkan secara langsung kepada penerima, program pembagian sembako tersebut tetap memperhatikan pedoman-pedoman social distancing atau jaga jarak, serta pedoman lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah Federal maupun otoritas setempat.  

    Meskipun data terakhir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika menunjukkan kurva penyebaran COVID-19 di negara itu mulai cenderung mendatar, Pandemi COVID-19 di Negara Abang Sam diprediksi masih akan berlangsung cukup lama. Untuk itu, KBRI Washington, D.C. akan melakukan kegiatan pembagian paket sembako tersebut secara berkala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.