5 Negara Ini Mulai Longgarkan Lockdown

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang menikmati cuaca cerah di Volkspark Friedrichshain, ketika penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) berlanjut, di Berlin, Jerman, 12 April 2020. REUTERS/Annegret Hilse

    Orang-orang menikmati cuaca cerah di Volkspark Friedrichshain, ketika penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) berlanjut, di Berlin, Jerman, 12 April 2020. REUTERS/Annegret Hilse

    TEMPO.CO, Jakarta - Belgia pada awal Mei 2020 berencana melonggarkan lockdown di negara itu secara bertahap. Kebijakan lockdown diberlakukan banyak negara di dunia demi menghentikan mata rantai penyebaran virus corona.   

    Berikut negara-negara yang melonggarkan lockdown seperti dikutip dari reuters.com :

    Pintu masuk kantor pusat Nike di Hilversum Belanda, ditutup untuk dilakukan penyemprotan disinfektan setelah seorang karyawan terkena virus corona. Gambar diambil pada Senin (2/3/2020). ANTARA/REUTERS/Eva

    1.Belanda

    Rencananya Belanda mulai membuka kembali aktivitas belajar-mengajar SD disana mulai 11 Mei 2020.

    2.Jerman

    Saat ini toko-toko kecil di Jerman sudah boleh beroperasi kembali. Namun sekolah-sekolah boleh beraktivitas lagi pada 4 Mei 2020.

    3.Israel       

    Israel secara bertahap melonggarkan lockdown terhitung mulai Minggu, 19 April 2020. Lewat pelonggaran ini maka beberapa sektor bisnis boleh beroperasi dan pengetatan aktivitas masyarakat sedikit dikendurkan.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan keputusan ini diambil pihaknya setelah angka infeksi virus corona di Negeri Bintang Daud melambat. Israel memberlakukan lockdown sejak 14 Maret 2020. Akan tetapi, beberapa wilayah di Israel masih akan diberlakukan lockdown dengan diliburkannya sekolah-sekolah dan meminta masyarakat agar tidak keluar rumah.

    4.Austria

    Adapun di Austria, ribuan toko dilaporkan dibuka kembali pada Selasa, 14 April 2020. Austria sebenarnya bertindak cepat dengan menutup sekolah, bar, teater, restoran, sejak empat pekan lalu. Mereka telah meminta masyarakat untuk tinggal di rumah. 

    Sejauh ini dilaporkan ada 384 kematian akibat COVID-19 di Austria. Angka ini lebih kecil dibanding negara-negara Eropa lain yang angka kematiannya jauh lebih tinggi.

    5.Denmark

    Denmark membuka sejumlah fasilitas publik mulai 15 April 2020. Perdana Menteri Mette Frederiksen mengumumkan pusat titipan anak, taman kanak-kanan dan sekolah dasar kembali aktif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.