Virus Corona, Masjidil Haram Kosong saat Hari Pertama Ramadan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan dan melakukan sterilisasi kiswah atau kain penutup Kakbah menjelang bulan Ramadan di tengah wabah virus Corona, di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, 21 April 2020. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

    Petugas membersihkan dan melakukan sterilisasi kiswah atau kain penutup Kakbah menjelang bulan Ramadan di tengah wabah virus Corona, di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, 21 April 2020. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Riyadh -- Dua masjid di Arab Saudi yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, terlihat kosong dari aktivitas jamaah pada hari pertama Ramadan, Jumat, 24 April 2020 terkait upaya pencegahan wabah virus Corona atau COVID-19.

    Raja Salman yang merupakan penjaga dua tempat suci ini menyesalkan penerapan jaga jarak atau social distancing selama bulan suci.

    “Sungguh menyakitkan bagi saya untuk menyambut Ramadan yang mulia dengan melarang kita salat di masjid,” kata Raja Salman seperti dikutip Reuters, Jumat, 24 April 2020.

    Pemerintah Arab Saudi telah menghentikan layanan haji dan umrah beberapa pekan lalu untuk mencegah terjadinya penyebaran wabah virus Corona di kalangan peserta haji dan umrah. 

    Pemerintah Saudi juga telah menutup kompleks Masjidil Haram agar warga setempat tidak melakukan aktivitas ritual bersama saat wabah virus Corona masih mengancam. 

    Kondisi serupa juga dialami di Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Saat salat Jumat pertama Ramadan, seorang imam yang memakai masker berlutut di bawah mimbar, dan menjaga jarak beberapa kaki untuk mematuhi pembatasan karena virus Corona.

    "Kami meminta Allah untuk mengampuni kami dan semua umat manusia dan untuk menyelamatkan kami dari pandemi yang mematikan ini," kata imam itu.

    Ramadan biasanya menarik minat puluhan ribu warga Muslim setiap hari untuk berdoa di masjid ini dan kubah batu atua Dome of Rock.

    Kali ini, jamaah harus menonton dari televisi karena merebaknya wabah virus Corona di 185 negara termasuk di kawasan Yerusalem.

    Pemerintah sejumlah negara di Asia telah meminta waga Muslim untuk menjaga jarak secara fisik selama melaksanakan ibadah Ramadan.

    Ini karena telah terjadi penularan massal dari jamaah yang kembali setelah melakukan ritual agama di Iran dan Arab Saudi. Asia merupakan wilayah dengan penduduk Muslim mencapai 1.8 miliar orang.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.