Ramadhan, Taliban Tolak Permintaan Gencatan Senjata Afganistan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Afghanistan memeriksa lokasi ledakan di Kabul, Afghanistan, 3 September 2019. Sebuah bom kendaraan Taliban pada Senin malam dekat dengan sebuah kompleks perumahan yang digunakan oleh organisasi internasional di ibu kota Afganistan, Kabul, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 119 lainnya. [REUTERS / Omar Sobhani]

    Polisi Afghanistan memeriksa lokasi ledakan di Kabul, Afghanistan, 3 September 2019. Sebuah bom kendaraan Taliban pada Senin malam dekat dengan sebuah kompleks perumahan yang digunakan oleh organisasi internasional di ibu kota Afganistan, Kabul, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 119 lainnya. [REUTERS / Omar Sobhani]

    TEMPO.CO, Jakarta - Taliban telah menolak permintaan pemerintah Afganistan untuk gencatan senjata selama Ramadhan.

    Menurut juru bicara Taliban, Suhail Shaheen melalui akun Twitter Kamis malam kemarin, permintaan pemerintah untuk melakukan gencatan senjata tidak rasional dan tidak menyakinkan.

    "Meminta gencata senjata tidak rasional dan menyakinkan," kata Shaheen sebagaimana dilaporkan Arab News, 23 April 2020.

    Taliban, Shaheen menegaskan, akan terus berjuang sehubungan ketidaksepakatan dengan pemerintah mengenai proses perdamaian dan pertukaran tahanan yang tertunda.

    Aljazeera melaporkan, menurut Taliban gencatan senjata menjadi mungkin dilakukan jika potensi proses perdamaian dilaksanakan secara penuh.

    Shaheen pun menuding pemerintah Afganistan menempatkan para tahanan dalam resiko selama wabah Corona.

    Afganistan tak luput dari wabah Corona. Lebih dari 1.300 kasus ditemukan. Namun menurut para ahli jumlah itu boleh jadi jauh lebih banyak karena tes terbatas dan sistem pelayanan kesehatan Afganistan yang lemah menghadapi serangan wabah Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.