Ramadan, Mesir Pangkas Jam Malam Terkait Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita membeli lentera tradisional yang biasa disebut

    Seorang wanita membeli lentera tradisional yang biasa disebut "fanous" menjelang bulan Ramadan saat pandemi virus corona atau COVID-19 di Kairo, Mesir, 12 April 2020. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    TEMPO.CO, Jakarta - Mesir akan tetap mempertahankan kebijakan jam malamnya di bulan Ramadan. Sebab, kebijakan tersebut berkaitan dengan pengendalian virus Corona (COVID-19). Meski begitu, durasinya akan diperpendek.

    "Mesir tetap mempertahankan jam malam di bulan Ramadan untuk melawan pandemi virus Corona. Namun, durasinya kami pangkas satu jam," ujar Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 23 April 2020.

    Madbouly mengatakan, jam malam di bulan Ramadan akan berlaku dari pukul 09.00 malam hingga pukul 06.00 pagi. Sebelum Ramadan, jam malam berlaku dari pukul 08.00 malam hingga pukul 06.00 pagi. Adapun Ramadan di Mesir dipastikan akan berlangsung per esok Jumat.

    Pemangkasan tersebut tidak ada kaitannya dengan kegiatan buka bersama ataupun ibadah berjamaah. Terkait hal tersebut, Mesir sudah melarang segala aktivitas keagamaan yang melibatkan publik dalam jumlah banyak. Sebab, hal itu berpotensi mempermudah penyebaran virus Corona.

    Selain memangkas jam malam, Madbouly menambahkan bahwa dirinya juga akan meringankan sejumlah pembatasan sosial. Misalnya, toko dan restoran akan diperbolehkan untuk mengantarkan makanan.

    "Tetapi, pembatasan sosial akan kembali diperketat apabila wabah yang terjadi mulai melebihi prediksi," ujar Madbouly.

    Pemerintah Mesir, rencananya, akan mengevaluasi segala pembatasan sosial yang meraka terapkan dua pekan lagi. Adapun kasus virus Corona (COVID-19) di Mesir sudah mencapai 3.659 dengan jumlah korban meninggal sebanyak 276 orang.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.