Merkel: Pandemi Virus Corona di Jerman Masih di Tahap Awal

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanselir Jerman Angela Merkel. Bernd von Jutrczenka/Pool via REUTERS

    Kanselir Jerman Angela Merkel. Bernd von Jutrczenka/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman, Angela Merkel, mendorong warga Jerman untuk tetap disiplin dan konsisten dalam menjalankan pembatasan sosial. Sebab, ia menyakini pandemi virus Corona (COVID-19) di Jerman masih akan berlangsung lama. Bahkan, ia menyebut pandemi yang terjadi sekarang belum mencapai puncaknya.

    Merkel mengakui bahwa situasi pandemi Corona di Jerman membaik akhir-akhir ini. Hal itu ditandai dengan lebih banyaknya jumlah pasien sembuh dibandingkan jumlah kasus baru per harinya. Namun, kata ia, situasi tersebut sangat rentan berubah jika warga maupun pemerintah lengah.

    "Angka yang ada sekarang memang memberikan harapan bagus. Meski begitu, saya memiliki kewajiban untuk memperingatkan bahwa angka tersebut sangat rentan berubah. Kita berdiri di atas es tipis saat ini, mungkin es tertipis yang pernah ada," ujar Merkel di gedung Parlemen Bawah, Bundestag, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 23 April 2020.

    Sebagai catatan, Jerman tercatat memiliki 150.729 kasus akibat virus Corona saat ini. Angka tersebut lebih banyak dibandingkan Inggris yang memiliki 133.495 kasus. Namun, Jerman memiliki jumlah korban meninggal yang jauh lebih sedikit, yaitu 5.315 orang. Sementara itu, Inggris mencatatkan 18.100 korban.

    Merkel melanjutkan bahwa peringatan yang ia berikan tidak akan mempengaruhi rencana pengurangan lockdown yang sudah berlangsung. Ia memastikan hal itu akan tetap berjalan sesuai rencana.

    Sejauh ini, Jerman sudah memperbolehkan pertokoan dengan ukuran maksimal 800 meter persegi untuk kembali buka. Selain itu, Jerman juga memperbolehkan dealer kendaraan dan toko buku untuk kembali beroperasi. Meski begitu, mereka harus memenuhi syarat-syarat sanitasi terlebih dahulu.

    Pada tanggal 4 Mei nanti, giliran salon dan sekolah yang diperbolehkan kembali beroperasi. Namun, khusus untuk sekolah, akan diprioritaskan untuk mereka yang berada di tahun terakhir pengajaran.

    "Saya harap kalian bisa mematuhi aturan-aturan ini. Jika kita menunjukkan kedisiplinan dan ketahanan semasa pandemi, maka kita akan mampu kembali ke perekonomian dan kehidupan normal sesegera mungkin," ujar Merkel.

    Merkel menambahkan, Ia mendukung Uni Eropa untuk segera menetapkan instrumen pemulihan ekonomi paska pandemi virus Corona. Merkel juga menyanggupi kesediaan Jerman untuk berkontribusi lebih ke anggaran Uni Eropa agar bisa menciptakan instrumen pendanaan tersebut.

    Hari ini, Uni Eropa dikabarkan akan merapatkan besaran dan mekanisme pengumpulan dana untuk instrumen pemulihan ekonomi paska pandemi virus Corona (COVID-19). Beberapa negara sudah sepakat bahwa perlu ada pendanaan bersama agar bisa menolong negara-negara yang ekonominya terpuruk. Walau begitu, perdebatan masih terjadi perihal apakah dana itu akan dianggap sebagai pinjaman atau hibah.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.