Donald Trump Persilakan Kapal Amerika Tenggelamkan Kapal Iran

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan selama pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Gedung Putih di Washington, AS, 20 April 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan selama pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Gedung Putih di Washington, AS, 20 April 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Donald Trump telah menginstruksikan Angkatan Laut Amerika untuk menembak kapal perang Iran apabila mereka mengganggu aktivitas di lautan. Hal tersebut menyusul kejadian di mana 11 kapal Angkatan Laut Iran mendekat ke kapal Amerika ketika beroperasi di kawasan Teluk.

    "Sudah saya instruksikan ke Angkatan Laut Amerika untuk menembak dan menghancurkan kapal Iran manapun jika mereka mengganggu kapal kita di lautan," ujar Trump sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 22 April 2020.

    Berpapasannya kapal perang Amerika dan Iran di kawasan teluk bukanlah hal baru. Di tahun 2016 dan 2017, hal tersebut beberapa kali terjadi. Malah, dalam berbagai kesempatan, kapal Amerika melepaskan tembakan peringatan apabila kapal Iran bergerak terlalu dekat dengan mereka.

    Nah, kejadian terbaru terjadi pada pekan lalu. Sebagaimana telah disebutkan, 11 kapal perang milik Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (Iran Islamic Revolutionary Guard Corps Navy), mendekat ke kapal penjaga perbatasan milik Amerika, Maui. Dalam peristiwa tersebut, 11 kapal perang Iran terus mendekat hingga jarak di antara mereka hanya tersisa 9 meter.

    Meski peristiwa tersebut tak berlangsung lama, Militer Amerika menyebutnya sebagai tindakan provokatif. Selain itu, mereka juga menyebutnya sebagai aksi berbahaya yang tak seharusnya dilakukan.

    Iran bergeming dengan peringatan Trump. Malah, Militer Iran menyatakan bahwa Amerika seharusnya fokus menangani virus Corona saja dibanding memicu keributan dengan Iran.

    "Dibandingkan mengganggu pihak lain, Amerika seharusnya fokus saja menyelematkan personel militer mereka yang tertular virus Corona," ujar juru bicara Militer Iran, Abolfazl Shekarchi.

    Sebelum insiden di teluk tersebut, hubungan Amerika dan Iran sendiri memang sudah buruk. Salah satunya karena Amerika menerapkan sanksi dagang terhadap Iran karena dugaan mereka melanjutkan program pengayaan nuklirnya. Iran mengeluh sanksi dagang tersebut mempersulit ekonomi mereka, apalagi di saat pandemi seperti sekarang.

    Selain itu, karena Amerika membunuh Jenderal Qassem Soleimani, kepala dari pasukan elit Iran, Quds, Januari lalu. Amerika membunuh Soleimani di Baghdad lewat serangan drone. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan roket ke basis milier Amerika di Ain al-Asad, Irak. Menurut Donald Trump, serangan terhadap Soleimani dilakukan karena adanya laporan bahwa Iran akan menyerang kedutaan besar Amerika.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.