Prancis dan Inggris: Belum Saatnya Menyelidiki Asal Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Prancis dan Inggris mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima ajakan Australia untuk menginvestigasi asal virus Corona (COVID-19). Namun, perwakilan kedua negara enggan melakukan investigasi asal usul virus Corona pada saat ini.

    Dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron mengatakan bahwa saat ini bukan momen yang tepat untuk melakukan investigasi. Menurutnya, ada hal yang lebih darurat untuk dilakukan yaitu mengendalikan pandemi di negara masing-masing.

    "Dia (Macron) setuju bahwa ada masalah, namun belum terlalu mendesak untuk menginvestigasinya karena saat ini bukan waktu yang tepat," ujar pernyataan pers Pemerintah Prancis sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 22 April 2020.

    Meski tidak setuju perihal investigasi asal usul virus Corona dilakukan saat ini, Macron setuju perihal perlu ditingkatkannya transparasi terkait penanganan virus Corona. Hal itu, menurut Macron, tidak terbatas pada kerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saja.

    Hal senada disampaikan oleh Pemerintah Inggris. Juru bicara Perdana Menteri Boris Johnson sepakat bahwa asal usul virus Corona harus diselidiki untuk mencegah pandemi serupa terulang. Namun, Johnson ingin hal tersebut dilakukan di lain waktu ketika pandemi virus Corona sudah terkendali.

    "Para menteri (Inggris) sedang sibuk menghadapi pandemi virus Corona," sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters.

    Jerman, salah satu negara yang juga diajak Australia, belum memberikan jawaban tegas. Pemerintah setempat hanya menyatakan bahwa virus Corona pertama kali muncul di Cina. Mereka tidak menyebut Cina sebagai sumber virus Corona.

    "Virus Corona berasal dari Cina. Cina sudah menderita banyak karena virus tersebut, namun mereka juga sudah berusaha untuk menekan penyebarannya," ujar keterangan pers Pemerintah Jerman.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengajak empat negara untuk sama-sama menginvestigasi asal usul virus Corona. Menurut Morrison, hal tersebut diperlukan untuk mengetahui secara pasti dari mana virus Corona berasal dan bagaimana penyebarannya bisa terjadi.

    Morisson mengaku sudah mendapatkan diskusi yang konstruktif dengan berbagai negara. Namun, ia tidak menyatakan respon mereka seperti apa.

    Sementara itu, Cina, mengkritik langkah yang diambil Australia. Menurut mereka, Australia telah bertindak seperti antek Amerika dalam pengajuan investigasi itu. Sebab, selama ini, desakan untuk menginvestigasi asal usul virus Corona, terutama di Cina, berasal dari Presiden Amerika Donald Trump.

    Sebagai catatan, mengacu pada data WHO, total kasus virus Corona (COVID-19) di dunia sudah mencapai 2.566.861 kasus. Sementara itu, untuk korban meninggal, ada 177.802 yang kemudian diikuti dengan pasien sembuh sebanyak 697.107 orang.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H