2 Wartawan di Kashmir Diselidiki Polisi India

Ilustrasi wartawan televisi. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian India yang bertugas di wilayah Kashmir menginvestigasi dua wartawan yang terkena tuduhan menyebarkan berita bohong. Investigasi di lakukan setelah Kashmir hampir sebulan menjalani lockdown. 

Sejauh ini, kedua wartawan itu belum ada yang ditahan.

Kepala Kepolisian Kashmir Vijay Kumar mengatakan satu dari dua wartawan itu adalah Masrat Zehra seorang kontributor. Dia sudah dikenakan pelanggaran undang-undang aktivitas hukum India atas unggahan bernada anti-nasionalis di Facebook dan media sosial lainnya.

Melalui undang-undang itu, pemerintah bisa menunjuk seseorang sebagai teroris dan mengerahkan Badan Investigasi Nasional India untuk menyelidiki kasus-kasus semacam itu.

“Unggahan di Facebook oleh para pengguna bisa memprovokasi publik untuk mengganggu undang-undang dan mengagungkan gerakan-gerakan anti-nasional,” kata Kumar, seperti dikutip dari reuters.com.

Ilustrasi wartawan televisi. shutterstock.com

Unggahan Zehra di media sosial fokus pada militansi di Kashmir serta masalah yang berkaitan dengan COVID-19. Pada Senin, 20 April 2020, Zehra mengatakan otoritas ingin membungkam dan menekan orang sepertinya yang menyuarakan pandangan dan cerita soal Kashmir. 

Pada Agustus tahun lalu, Pemerintah India telah mencabut hak otonomi pada wilayah Jammu dan Kashmir. Dua wilayah itu dibagi menjadi teritorial federal yang berbeda sebagai upaya untuk mengintegrasikan keduanya dengan India dan mengendalikan militansi. 

Wilayah Kashmir sampai saat ini masih diperebutkan oleh India dan Pakistan dan kedua negara itu sama-sama memegang kekuasaan di Kashmir. Wilayah Kashmir terkenal pemandangan alamnya yang indah. Area Kashmir yang dikuasai oleh India, direcoki oleh kelompok separatis yang melakukan kekerasan sejak akhir 1980-an. 

Selain Zehra, wartawan lainnya adalah Pirzada Ashiq, yang bekerja untuk surat kabar Hindu. Ashiq sudah dipanggil oleh otoritas berwenang karena mempublikasi berita yang diduga berita bohong di surat kabarnya mengenai sebuah pertempuran hingga menewaskan dua militan pada akhir pekan lalu. Pegawai senior di surat kabar Hindu, belum mau berkomentar. 






Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

1 hari lalu

Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

Dua orang wartawan diduga dianiaya dan disekap oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Karawang


Hafisz Tohir Menilai KWP Punya Andil Besar Sukseskan P20

12 hari lalu

Hafisz Tohir Menilai KWP Punya Andil Besar Sukseskan P20

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) harus mengambil peranan untuk menyukseskan acara P20. #InfoTempo


Dimyati Natakusumah Apresiasi Sosialisasi P20 Kepada KWP

12 hari lalu

Dimyati Natakusumah Apresiasi Sosialisasi P20 Kepada KWP

Dimyati berharap, para wartawan yang tergabung dalam KWP makin paham akan urgensi P20. #InfoTempo


Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Cijeruk, Wartawan Diduga Dilarang Meliput

12 hari lalu

Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Cijeruk, Wartawan Diduga Dilarang Meliput

Warga Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mengeluhkan pelayanan Puskesmas Cijeruk. Jumlah tenaga medis tidak berbanding seimbang dengan pasien


Soal Kebocoran Data, Puan: Satgas Perlindungan Data Perlu Investigasi Besar-besaran

13 hari lalu

Soal Kebocoran Data, Puan: Satgas Perlindungan Data Perlu Investigasi Besar-besaran

Puan mengingatkan pentingnya audit kemanan siber negara. Sebab, kasus kebocoran data dan serangan siber terus terjadi.


BCA Bantah Biaya Transaksi Naik Jadi Rp 150 Ribu per Bulan: Penipuan

15 hari lalu

BCA Bantah Biaya Transaksi Naik Jadi Rp 150 Ribu per Bulan: Penipuan

BCA menemukan adanya indikasi penipuan dari beredarnya pengumuman pembaruan biaya transaksi BCA Mobile dan internet banking.


Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

17 hari lalu

Bamsoet: Apa yang Saya Capai Bukan Tiba-tiba dari Langit

Semasa kuliah Bamsoet menjual berbagai kebutuhan pokok, seperti sayur, bawang merah dan telor di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta


Pakar Forensik Entomologi Sebut Serangga Bisa Jadi Alat Investigasi Kasus Kriminal

17 hari lalu

Pakar Forensik Entomologi Sebut Serangga Bisa Jadi Alat Investigasi Kasus Kriminal

Pakar Forensik Entomologi dari University of Florida Jason H. Byrd mengatakan serangga dapat memberikan informasi pengungkapan masalah hukum.


Tersangka Penyerang Wartawan Reuters saat Kerusuhan di US Capitol Disidang

19 hari lalu

Tersangka Penyerang Wartawan Reuters saat Kerusuhan di US Capitol Disidang

Woods menyatakan bersalah menyerang wartawan saat kerusuhan di gedung US Capitol.


Wartawan Hong Kong Diintimidasi Polisi

19 hari lalu

Wartawan Hong Kong Diintimidasi Polisi

IFJ menyerukan agar wartawan asal Hong Kong Ronson Chan dibebaskan dari segala tuduhan.