Virus Corona di Ekuador Tembus 10 Ribu Kasus

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasus virus corona di Ekuador dalam sepekan naik dua kali lipat menjadi 10 ribu kasus. Kondisi ini membuat Ekuador negara dengan kasus virus corona terbanyak di Amerika Latin. Sumber: Santiago Arcos/Reuters/aljazeera.com

    Kasus virus corona di Ekuador dalam sepekan naik dua kali lipat menjadi 10 ribu kasus. Kondisi ini membuat Ekuador negara dengan kasus virus corona terbanyak di Amerika Latin. Sumber: Santiago Arcos/Reuters/aljazeera.com

    TEMPO.CO, JakartaEkuador pada Senin, 20 April 2020, melaporkan ada lebih dari 10 ribu kasus virus corona di negara itu sehingga menjadikan Ekuador sebagai negara dengan kasus virus corona tertinggi di Amerika Latin.

    Pandemik virus corona yang naik dalam beberapa pekan terakhir telah membuat otoritas di Kota Guayaquil kewalahan. Dilaporkan pula beberapa jenazah pasien virus corona masih berada di rumah-rumah warga atau bahkan tergeletak di jalan sampai berjam-jam. 

    Kasus virus corona di Ekuador dalam sepekan naik dua kali lipat menjadi 10 ribu kasus. Kondisi ini membuat Ekuador negara dengan kasus virus corona terbanyak di Amerika Latin. Sumber: Santiago Arcos/Reuters/aljazeera.com

    Dikutip dari reuters.com, Ekuador pertama kali melaporkan kasus virus corona di negara itu pada 29 Februari 2020 atau hanya butuh waktu 24 hari hingga negara itu mencatatkan ada seribu kasus virus corona disana. Dalam tempo tujuh hari berikutnya, jumlah kasus virus corona naik dua kali lipat menjadi 2 ribu kasus hingga beberapa hari kemudian naik lagi menjadi 8 ribu kasus.

    Kementerian Kesehatan Ekuador melaporkan ada 507 pasien virus corona yang berakhir dengan kematian. Beberapa pejabat menyebut jumlah mereka yang meninggal karena virus corona kemungkinan lebih besar karena tidak dikonfirmasi ke pemerintah.

    Sejauh ini Ekuador sudah melakukan tes virus corona pada 32.453 orang. Kasus virus corona di Ekuador terus merangkak naik kendati pemerintah sudah membatasi ruang gerak masyarakat dan karantina selama sebulan. 

    “Selama masyarakat mematuhi isolasi, disiplin dan berkomitmen, kita bisa menghadapi penyebaran ini (virus corona),” kata Wakil Menteri Kesehatan Ekuador, Xavier Solorzano.

    Pemerintah Ekuador mengalami kesulitan memberlakukan kebijakan untuk menekan penyebaran virus corona dimana mereka yang sudah terinfeksi virus corona masih berkeliaran di jalan dan bahkan pusat perbelanjaan. Rencananya, otoritas berwenang akan terus memperketat aturan ruang gerak masyarakat, namun saat yang sama juga mengevaluasi kemungkinan melonggarkan kebijakan di beberapa sektor, contohnya konstruksi.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.