Cina, Jepang, dan Korsel Ragukan Kabar Kim Jong Un Kritis

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memberikan hormat saat  mengunjungi Divisi udara dan Anti-pesawat di Korea Utara, 12 April 2020. KCNA/via REUTERS

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memberikan hormat saat mengunjungi Divisi udara dan Anti-pesawat di Korea Utara, 12 April 2020. KCNA/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Negara-negara tetangga Korea Utara, yaitu Jepang, Cina, dan Korea Selatan, meragukan kabar Kim Jong Un dalam kondisi kritis usai menjalani operasi kardiovaskular. Mereka memilih untuk menyelidiki lebih lanjut soal informasi intelijen yang kabarnya didapatkan oleh pejabat Amerika itu.

    Salah satu negara yang meragukan hal tersebut adalah Jepang. Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, mengatakan bahwa pemerintahannya akan menggunakan segala upaya untuk mengkonfirmasi kabar kritisnya pemimpin Korea Utara.

    "Kami akan berupaya sekeras mungkin dan menganalisa segala informasi yang ada. Kami juga akan bekerjasama dengan Amerika dan negara lainnya," ujar Motegi sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 21 April 2020.

    Hal senada disampaikan oleh pemerintah Cina. Perwakilan dari Depertamen Internasional Partai Komunias Cina menyampaikan bahwa pihaknya tidak percaya Kim Jong Un benar-benar kritis. Menurut mereka, info intelijen yang beredar tidak akurat.

    Sementara itu, Pemerintah Korea Selatan membenarkan bahwa Kim Jong Un baru saja menjalani operasi Kardiovaskular pada 12 April lalu. Namun, dia tidak dalam kondisi kritis. Mengacu pada berita dari Daily NK, media lokal Korea Selatan, Kim Jong Un sedang menjalani perawatan di rumah peristirahatannya yang terletak di Gunung Kumgang.

    "Sejauh yang kami tahu, dia memang menderita penyakit Kardiovaskular sejak Agustus tahun lalu. Kondisinya memburuk usai berkunjung ke Gunung Paektu," ujar sumber pemerintahan Korea Selatan sebagaimana dikutip dari Reuters.

    Uniknya, pejabat di Amerika juga ikut meragukan info yang tersebar tersebut. Salah seorang pejabat, yang memahami internal pemerintah Amerika, mengatakan bahwa kalaupun Kim Jong Un benar sakit, info itu tidak akan dibuka ke publik karena terlalu sensitif.

    "Segala informasi yang kredibel tentang Kim Jong Un adalah informasi intelijen yang sensitif dan tidak akan semudah itu dibuka ke publik," ujarnya, yang enggan disebutkan namanya, sebagaimana dikutip dari Reuters.

    Sebagai catatan, kabar soal sakitnya Kim Jong Un dipicu absennya dia dari ulang tahun kakeknya pada tanggal 15 April lalu.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.