Virus Corona, Dubai Minta Warga Salat Tarawih di Rumah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi salat Tarawih. MADAREE TOHLALA/AFP/Getty Images

    Ilustrasi salat Tarawih. MADAREE TOHLALA/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Umat muslim di Dubai diminta melaksanakan salat tarawih selama bulan suci ramadan di rumah. Anjuran ini menyusul penyebaran pandemik virus corona.

    Badan hubungan Islam dan Amal Pemerintah Dubai (IACAD) sebelumnya pada Senin, 13 April 2020 sudah mengumumkan akan memperpanjang penutupan masjid-masjid di penjuru Dubai hingga informasi lebih lanjut. Keputusan ini hasil koordinasi dengan Otoritas Krisis Nasional dan Manajemen Darurat dan otoritas lainnya sebagai bagian dari upaya penghentian penyebaran virus corona.

    Ilustrasi salat Tarawih. MADAREE TOHLALA/AFP/Getty Images

    Tarawih adalah salat malam yang dikerjakan sesudah salat Isya selama bulan suci ramadan. Biasanya umat Islam membaca al-Quran atau tadarus setelah melaksanakan tarawih.

    Sebelumnya pada Jumat, 17 April 2020, Imam Besar di Arab Saudi Abdulaziz Al al-Sheikh, mengatakan salat tarawih dan Idul Fitri seharusnya tetap dilakukan di rumah jika wabah virus corona masih menyebar. Saat melaksanakan salat berjamaah, umat Islam melakukannya dalam barisan salat yang rapat, bahu saling bersentuhan.

    Akan tetapi, negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya sudah melarang sementara pelaksanaan salat berjamaah hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini demi menekan penyebaran virus corona. Di Mesir, acara buka puasa bersama dan aktivitas lainnya pada awal April 2020 sudah ditangguhkan sementara sebagai langkah pencegahan.           


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.