Paris Bakal Sediakan Hand Sanitizer di Tempat Umum Usai Lockdown

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Louis Vuitton, Michael Burke menunjukkan baju pelindung produksi Louis Vuitton di Paris, Prancis, 10 April 2020. Brand pakaian kenamaan itu kini beralih memproduksi alat pelindung diri untuk menunjang kebutuhan tim medis saat berjuang melawan virus Corona. LOUIS VUITTON /www.PiotrStoklosa.com/Handout via REUTERS

    CEO Louis Vuitton, Michael Burke menunjukkan baju pelindung produksi Louis Vuitton di Paris, Prancis, 10 April 2020. Brand pakaian kenamaan itu kini beralih memproduksi alat pelindung diri untuk menunjang kebutuhan tim medis saat berjuang melawan virus Corona. LOUIS VUITTON /www.PiotrStoklosa.com/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Halte bus di Kota Paris, Prancis dan pintu-pintu masuk metro akan dipasangi dispenser jel pembersih tangan atau hand sanitizer. Masyarakat juga kemungkinan bakal diwajibkan menggunakan masker saat naik transportasi umum segera setelah aturan pembatasan gerak dicabut.  

    Prancis saat ini sedang memberlakukan lockdown sampai 11 Mei mendatang. Usia lockdown, sekolah-sekolah akan dibuka kembali, namun Pemerintah Prancis belum menjelaskan bagaimana aturan bisnis seperti café dan bioskop pasca-berakhirnya lockdown nanti.

    Petugas medis membawa pasien positif virus corona atau Covid-19 ke dalam kereta cepat TGV di Strasbourg, Prancis, 3 Maret 2020. Kasus meninggal akibat virus corona di Prancis mencapai 6.507 kasus. PIXELLATIONS FROM SOURCE Patrick Hertzog/Pool via REUTERS

    Walikota Paris, Anne Hidalgo dalam wawancara dengan surat kabar Journal Du Dimanche (JDD) yang dipublikasi pada Minggu, 19 April 2020, jel pembersih tangan akan dipasang di banyak wilayah di Ibu Kota Paris sebagai bagian dari upaya menghentikan penyebaran virus corona. Jel pembersih tangan itu bisa dipergunakan gratis, yang akan dipasang di dekat kolam renang, tempat olahraga, perawatan anak, di jalan dan halte bus.   

    Dia menjelaskan saat ini sedang mendiskusikan dengan otoritas Kota Paris terkait kewajiban menggunakan masker di transportasi umum seperti metro dan kereta. Bagi Hidalgo, pihaknya sangat menganjurkan penggunaan masker mengingat dua transportasi umum itu cukup padat.  

    Perdana Menteri Prancis, Emmanuel Macron mendapat kritik akibat kekurangan stok masker dan alat tes virus corona. Macron mengatakan pada 11 Mei nanti, Prancis akan dapat melakukan tes virus corona kepada siapapun yang memperlihatkan gejala COVID-19 dan membagikan masker kepada masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.