UEA Denda Rp 84,9 Juta Bagi Penerbit, Penyebar Rumor Virus Corona

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi kendaraan mengantre untuk ikuti pemeriksaan Virus Corona secara drive-thru di pusat penyaringan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 30 Maret 2020. Pemeriksaan virus Corona ini dilakukan oleh warga yang berada di dalam mobil. REUTERS/Ahmed Jadallah

    Sejumlah pengemudi kendaraan mengantre untuk ikuti pemeriksaan Virus Corona secara drive-thru di pusat penyaringan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 30 Maret 2020. Pemeriksaan virus Corona ini dilakukan oleh warga yang berada di dalam mobil. REUTERS/Ahmed Jadallah

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Emirat Arab, UEA, akan menjatuhkan denda 20 ribu dirham atau setara dengan Rp 84,9 juta bagi siapa saja yang mempublikasikan dan menyebarkan informasi atau arahan medis yang salah atau rumor tentang virus Corona di media massa dan media sosial.

    "Setiap orang dilarang mempublikasikan, mempublikasikan kembali atau menyebarkan informasi atau panduan medis yang salah, keliru atau tidak diumumkan secara resmi menggunakan cetakan, audiovisual, atau media sosial, atau situs online atau publikasi atau sirkulasi lainnya," ujar kantor berita resmi UEA, WAM hari ini, 19 April 2020 sebagaimana dilaporkan Reuters.

    Keputusan pemerintah UEA tidak secara spesifik menyebut tentang individu tersebut apakah termasuk jurnalis dan media profesional.

    Hingga Jumat kemarin, wabah virus Corona di UEA telah menewaskan 37 orang dan 6.300 orang terinfeksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.