Nasabah Kaget Lihat Struk Saldo ATM Mendadak Jadi Rp 127 Miliar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Charles Calvin pergi untuk menarik uang stimulus bantuan virus Corona dari pemerintah dan menerima tanda terima ATM yang menyatakan bahwa ada US$ 8,2 juta di rekeningnya, meskipun menurut banknya uang itu tidak pernah ada karena itu kesahalan cetak ATM.[CNN]

    Charles Calvin pergi untuk menarik uang stimulus bantuan virus Corona dari pemerintah dan menerima tanda terima ATM yang menyatakan bahwa ada US$ 8,2 juta di rekeningnya, meskipun menurut banknya uang itu tidak pernah ada karena itu kesahalan cetak ATM.[CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pemadam kebakaran sukarela di Amerika Serikat kaget ketika melihat struk saldo ATM miliknya US$ 8,2 juta atau Rp 127 miliar ketika menarik uang bantuan virus Corona dari pemerintah.

    Ketika Charles Calvin pergi ke ATM Sabtu lalu, ia hanya akan mengambil sejumlah uang untuk membayar uang sewa rumahnya.

    Awalnya, pemadam kebakaran sukarela New Chicago, Indiana, telah menerima pemberitahuan di teleponnya bahwa US$ 1.700 (Rp 26,3 juta) telah disetorkan langsung ke dalam rekeningnya sebagai bagian dari paket stimulus federal.

    Pria 45 tahun itu memasukkan kartu MetaBank miliknya ke ATM dan melakukan penarikan dengan jumlah maksimum US$ 200 atau Rp 3,1 juta. Ketika dia melihat struk transaksi, dia kaget melihat nominal saldo yang tertera US$ 8.200.000.

    "Apa yang sedang terjadi, kawan? Tampaknya itu tidak benar," kata Calvin, dikutip dari CNN, 19 April 2020.

    Karena dia butuh US$ 800 (Rp 12,4 juta) untuk pembayaran sewa, maka dia melakukan beberapa penarikan lagi dan untuk memastikan struknya salah.

    "Itu terjadi lagi," katanya. "Saldonya US$ 8,2 juta."

    Charles Calvin, pemadam kebakaran sukarela New Chicago, Indiana, Amerika Serikat.[Fox Carolina]

    Mengira ada yang salah dengan mesin ATM, dia bertanya kepada seorang pekerja di pompa bensin Family Express apakah mereka telah menerima keluhan tentang hal itu. Pekerja menjawab tidak ada masalah dan bertanya apa yang terjadi.

    Dia menunjukkan tanda terima transaksi padanya. Dia melihat tanda terima, dan dia melihat Calvin, dan kemudian melihat kembali pada tanda terima.

    "Apakah Anda seorang jutawan?" dia bertanya padanya.

    "Saya berkata, 'Nyonya, jika saya seorang jutawan, apakah Anda pikir saya akan berada di sini di pompa bensin Family Express untuk mengambil US$ 200 untuk sewa saya?'" Katanya.

    Calvin menghubungi seorang temannya yang merupakan sersan polisi. Temannya menyarankannya untuk tidak menghabiskan uang itu tetapi untuk menghubungi banknya pada hari Senin.

    Teller MetaBank mengatakan padanya bahwa catatan hanya menunjukkan setoran IRS sebesar US$ 1.700, mengatakan angka struk transaksinya kemungkinan karena kesalahan mesin ATM.

    Setelah meminta teller untuk memastikan saldonya. Teller menunjukkan saldonya US$ 13,69 atau Rp 212.000.

    "Kedengarannya lebih seperti rekening bank saya," kata Calvin. "US$ 8,2 juta tidak terdengar seperti rekening bank saya. Saya berharap itu akun saya!"

    Seorang juru bicara MetaBank mengatakan bahwa pelanggan menerima struk ATM yang tidak akurat dari mesin ATM di luar jaringan. "Jumlah yang ditunjukkan pada struk ATM tidak secara akurat mencerminkan apa yang ada di dalam rekening. Kami merasa bersalah kepada pelanggan, tetapi senang dia mendapatkan setoran stimulusnya dan berharap itu membantu di masa yang sulit ini."

    "Aku sudah terbiasa bangkrut, sama seperti orang lain. Semua orang sedang mengalami masa sulit sekarang," katanya. "Jadi, Anda tahu, kita hanya harus menghadapi situasi COVID-19 ini. Kita semua hanya berusaha melakukan yang terbaik yang kita bisa," kata Calvin, mengatakan telah menarik semua saldo rekeningnya untuk membayar tagihan dan makanan di tengah krisis virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.