Amerika Bersikeras Minta Cina Berikan Akses ke Lab Virus Wuhan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump berdiri di depan slide pada monitor video presentasi

    Presiden AS Donald Trump berdiri di depan slide pada monitor video presentasi "Fase Satu" dari rencana pemerintahannya untuk "Opening Up America Again" selama pengarahan harian gugus tugas virus Corona di Gedung Putih di Washington, AS, 16 April 2020 [REUTERS / Leah Millis]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika belum puas dengan penjelasan Cina perihal dugaan virus Corona (COVID-019) berasal dari lab virology di Wuhan. Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, mengatakan bahwa pemerintah Amerika tetap meminta akses ke lab tersebut untuk menginvestigasi secara langsung dugaan asal usul virus Corona.

    "Kami masih meminta Partai Komunis Cina untuk memperbolehkan ahli kami ke lab virology tersebut. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui dengan persis dari mana virus Corona berasal," ujar Pompeo sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Sabtu, 18 April 2020.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Trump mencurigai bahwa virus Corona bukan berasal dari pasar hewan di Wuhan, tetapi dari lab milik Wuhan Institute of Virology. Sebab, pada Januari lalu, diplomat Amerika di Cina mengirimkan peringatan ke Washington DC bahwa ada masalah keamanan dan resiko di lab itu. Selain itu, diplomat tersebut juga menyampaikan bahwa di lab tersebut tengah dilakukan penelitian terkait virus Corona.

    Kedutaan Besar Amerika di Beijing, kala itu, langsung mengirimkan penelitinya ke Wuhan untuk merespon peringatan tersebut. Tugas utamanya, mencoba mengkonfirmasi dugaan adanya masalah di lab yang diklaim memiliki sertifikasi BSL-4 atau keamanan tertinggi untuk riset biologis itu. Namun, hasilnya belum konklusif karena terbatasanya akses ke sana.

    Dua hari lalu, Trump mengaku sudah menelpon Presiden Cina, Xi Jinping untuk meminta penjelasan. Trump tidak mau mengungkapkan detil percakapannya dengan Jinping. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengkonfirmasi bahwa virus tidak berasal dari lab di Wuhan.

    Walau sudah dibantah oleh Pemerintah Cina, Trump tetap berpegang pada teorinya. Kemarin Jumat, Ia mengatakan data-data yang ia punya menunjukkan bahwa sangat mungkin virus Corona dibuat oleh manusia. Pembuktiannya, kata ia, hanya masalah waktu dan akses saja.

    "Kita akan menemukan kebenarannya. Apa yang bisa saya katakan sekarang, dari manapun asalnya, tetap sumber utamanya di Cina," ujar Trump yakin.

    Sementara itu, penasehat kesehatan Amerika, Anthony Fauci, meragukan teori Trump. Meski tidak sepenuhnya membantah kemungkinan virus Corona dibuat oleh manusia, Fauci mengatakan temuan sejauh ini tidak mengarah ke sana.

    "Ada studi dari para pakar virology akhir-akhir ini yang meneliti mutasi virus Corona pada kelelawar. Mutasi yang terjadi sangat konsisten dengan temuan selama ini ketika virus berpindah dari hewan ke manusia," ujar Fauci.

    Sebagai tambahan, pada Februari lalu, peneliti dari Chinese Academy of Sciences and the Chinese Institute for Brain Research mengatakan bahwa virus Corona tidak berasal dari pasar hewan Wuhan seperti yang diyakini selama ini. Temuan mereka, virus yang sudah memakan ribuan jiwa itu berasal dari luar pasar. Kesimpulan itu didapatkan setelah meneliti 93 sample genomic.

    ISTMAN MP | SOUTH CHINA MORNING POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.