Argentina Keluarkan Panduan Seks di Tengah Wabah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi seks

    Ilustrasi seks

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Argentina mengeluarkan panduan dan pendidikan tentang seks untuk mereka yang ingin tetap berhubungan intim di tengah wabah virus Corona (COVID-19). Menurut Kementerian Kesehatan Argentina, hal tersebut dilakukan untuk memastikan warganya tetap sehat tanpa harus mengorbankan kegiatan seksual, baik yang dilakukan secara virtual ataupun secara langsung.

    Salah satu panduan yang diberikan tergolong sederhana yaitu pentingnya cuci tangan setelah melakukan berhubungan intim. Penjelasan Kementerian Kesehatan Argentina, karena warga kerap tidak sadar bahwa apa yang mereka sentuh sesudah melakukan hubungan seksual bisa menularkan virus atau bakteri kepada orang lain.

    "Mencuci tangan menjadi sangat penting saat ini, baik setelah kamu melakukan hubungan seksual, masturbasi, ataupun melakukan hubungan seksual secara virtual," ujar Jose Barletta, dokter di Kementerian Kesehatan Argentina, sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu 18, April 2020.

    Selain mengingatkan pentingnya cuci tangan, Kementerian Kesehatan Argentina juga mengingatkan warganya untuk jangan lupa membersihkan segala alat yang digunakan saat berhubungan seksual. Misalnya, keyboard, telepon genggam, hingga bahkan sex toys, baik yang digunakan sendiri ataupun bersama-sama.

    Di Argentina sendiri, ketika wabah virus Corona menyerang, sex toys menjadi salah satu barang yang paling dicari. Mengutip Reuters, penjualannya meningkat, bahkan untuk produk impor seperti dari Denmark dan Kolombia.

    Presiden Argentina, Alberto Fernandez, membenarkan soal adanya panduan dan pendidikan seks di tengah virus Corona dari Kementrian Kesehatan. Menurutnya, dalam situasi wabah seperti saat ini, apapun saran dari Kementerian Kesehatan sebaiknya diikuti.

    "Jika Kementerian Kesehatan yang mengeluarkan panduan dan pendidikan seks itu, maka kamu harus mendengarkannya. Jangan coba-coba meminta tanggapan pribadi saya soal itu," ujar Fernandez yang dipuji karena termasuk presiden Latin Amerika pertama yang menetapkan lockdown.

    Lockdown di Argentina sudah berlangsung sejak 20 Maret lalu. Periode lockdown akan berakhir pada 26 April nanti. Adapun sejuah ini, Argentina mencatatkan 2.669 kasus dan 122 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19).

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.