Bolsonaro Nekat Buka Perbatasan Brazil Meski Corona Mengancam

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil Jair Bolsonaro berjalan setelah pernyataan media untuk mengumumkan Menteri Kesehatan yang baru, Nelson Teich, di tengah wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Brasilia, Brasil, 16 April 2020. [REUTERS / Adriano Machado]

    Presiden Brasil Jair Bolsonaro berjalan setelah pernyataan media untuk mengumumkan Menteri Kesehatan yang baru, Nelson Teich, di tengah wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Brasilia, Brasil, 16 April 2020. [REUTERS / Adriano Machado]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, menyampaikan keinginannya untuk segera membuka perbatasan Brazil. Meski virus Corona (COVID-19) masih mengancam, menurutnya, kegiatan perekonomian di Brazil juga harus dimulai kembali. Bolsonaro bahkan siap bertanggungjawab jika pembukaan perbatasan memperparah pandemi di Brazil.

    "Memulai kembali aktivitas perdagangan adalah resiko yang akan saya sambil. Dengan begitu, jika wabah yang terjadi semakin parah, maka tanggung jawabnya akan jatuh ke saya," ujar Bolsonaro sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu, 18 April 2020.

    Bolsonaro melanjutkan, dirinya memilki otoritas untuk membuka perbatasan Brazil karena wewenang tersebut memang ada di tangannya. Hal tersebut, kata Bolsonaro, berbeda dengan pembatasan sosial. Terkait pembatasan sosial, wewenang meringankan, memperketat, atau mengangkatnya jatuh ke gubernur dan wali kota.

    Untuk bisa membuka perbatasan, Bolsonaro menambahkan bahwa dirinya pun harus berkoordinasi dulu dengan negara tetangga. Apalagi, situasi pandemi virus Corona belum mereda. Adapun negara tetangga yang sejauh ini menimbang kemungkinan membuka perbatasan dengan Brazil adalah Uruguay dan Paraguay.

    Sebagai catatan, kurang lebih sudah sebulan Brazil menutup perbatasannya dengan negara lain. Hal itu untuk mencegah masuknya warga negara asing yang berpotensi membawa virus Corona. Walau begitu, penutupan yang ada tidak membatasi arus barang-barang esensial dan bantuan terkait pengendalian virus Corona.

    Lama-kelamaan, Bolsonaro gerah untuk segera membuka perbatasan lebar-lebar. Ia ingin perekonomian Brazil bisa terangkat lagi. Bahkan, Bolsonaro menganggap virus Corona sebagai virus yang tidak sepenuhnya berbahaya hingga mampu menghentikan kegiatan perekonomian. 

    Sikapnya tersebut menimbulkan konflik di dalam tubuh pemerintahan. Menteri Kesehatan Brazil, Luiz Henrique Mandetta, bahkan sampai berkali-kali membantah apapun anggapan Bolsonaro soal virus Corona. Puncaknya, Bolsonaro memecat Mandetta dari kabinet dan tak lama kemudian memutuskan untuk segera membuka perbatasan Brazil lagi. 

    Sementara itu, untuk jumlah kasus dan korban, Brazil tercatat memiliki 33.682 kasus dan 2.141 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19). Rata-rata angka kematian per hari sekitar 200 orang. Adapun angka tersebut masih mungkin bertambah karena Brazil dianggap belum melalui puncak pandemi.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.