Ditemukan, Satu WNI yang Diculik di Filipina Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ferdinand Zoel, satu dari empat warga Indonesia, yang diculik di perairan Filipina Selatan telah ditemukan petugas penjaga pantai di Kota Jolo. “Dia dikabarkan baik. Tapi, kami tidak tahu cerita Ferdinand ditemukan,” ujar Yudhistiranto Sungadi, Kepala Bidang Politik Kedutaan Besar Indonesia di Filipina, saat dihubungi Tempo News Room di Manila, Rabu (19/6) sore. Kota Jolo terletak di kawasan Kepulauan Filipina Selatan. Saat ini sedang dipikirkan untuk menjemput Ferdinand atau tidak. Korban adalah wakil kapten kapal penarik tongkang. “Pemerintah Filipina akan melakukan prosedur standar dahulu, setelah itu mungkin ia akan ditanyai,” ujar Yudhis. Dia juga memastikan sejauh ini belum ada indikasi kuat keterlibatan kelompok Abu Sayyaf. Dari Ferdinand belum diperoleh keterangan soal drama penculikan itu, para pelaku dan perangainya, serta kenapa hanya dia yang lepas, juga nasib ketiga awal kapal lain. Selain itu, saat ini enam awak kapal yang selamat dan diamankan Zamboanga telah ditemani Konsul Indonesia di Kota Davao, Setiawan Sadikin. “Pak Setiawan stand by di sana. Beliau mendampingi keenam awak kapal ketika tanya jawab dengan petugas keamanan Filipina,” ujarnya. Rencananya Kamis besok Kuasa Usaha ad Interim KBRI di Manila akan mendatangi Departemen Luar Negeri Filipina, untuk meminta perhatian pemerintah negara itu dalam menangani penculikan tersebut. “Namun kita tahu, pemerintah Filipina tanpa kita minta pun telah menangani kasus ini dengan serius,” kata dia. Saat ini telah dikerahkan penjaga pantai, petugas kepolisian, intelijen dan tentara Filipina untuk menemukan para korban. Kemarin empat awak kapal penarik tongkang itu diculik kelompok bersenjata di lepas pantai Pulau Tamuk, dekat Pulau Basilan, Filipina Selatan. Pejabat keamanan Filipina menduga Abu Sayyaf sebagai pelaku. Lokasi kejadian dikenal dalam penguasaan kelompok bersenjata yang menginginkan Moro merdeka itu. Mereka juga dicurigai butuh sandera baru sebagai tameng dari serangan militer Filipina, setelah lepasnya tiga sandera diantaranya warga Amerika Serikat tempo hari. (Wahyu Mulyono)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.