COVID-19, KJRI Davao Salurkan Bantuan untuk WNI di Filipina

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • WNI di Filipina selatan menerima bantuan dari KJRI Davao setelah krisis COVID-19 membuat para WNI kesulitan mencari nafkah. Sumber: dokumen KJRI Davao/Kementerian Luar Negeri RI

    WNI di Filipina selatan menerima bantuan dari KJRI Davao setelah krisis COVID-19 membuat para WNI kesulitan mencari nafkah. Sumber: dokumen KJRI Davao/Kementerian Luar Negeri RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Davao menyalurkan bantuan kepada WNI yang ada di wilayah Filipina selatan tersebut. Diperkirakan ada sekitar 3 ribu WNI tinggal di wilayah Filipina selatan.

    “KJRI berupaya menjangkau para WNI dari kelompok rentan yang tersebar di Filipina Selatan,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, Rabu, 15 April 2020.

    WNI di Filipina selatan menerima bantuan dari KJRI Davao setelah krisis COVID-19 membuat para WNI kesulitan mencari nafkah. Sumber: dokumen KJRI Davao/Kementerian Luar Negeri RI

    Judha dalam keterangannya menyebut bantuan itu diberikan sekaligus menindak lanjuti surat dari WNI di Filipina selatan yang meminta bantuan sembako menyusul krisis COVID-19 atau virus corona yang juga berdampak di wilayah Filipina selatan. Sebagai bentuk kepedulian, Masjid Al Ikhlas KJRI Davao City juga telah membagikan baik tunai maupun sembako kepada WNI di sembilan wilayah di Mindanao Selatan.

    Sebelumnya, beredar surat yang ditujukan kepada KJRI di Davao atas nama WNI di Mindanao. Selain memohon bantuan untuk para WNI di sana, surat itu juga menyoroti krisis COVID-19 telah membuat hampir semua WNI di Mindanao Selatan kesulitan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menyusul adanya peraturan karantina atau tidak keluar rumah.

    Aturan ini telah membuat masyarakat tidak bisa melaut, tidak bisa bekerja di gudang sebagai buruh kasar, dan tidak bisa melakukan jenis pekerjaan lainnya yang bisa dilakukan. Para WNI di Mindanao saat ini hanya menunggu jika ada pemberian bantuan dari Pemerintah Filipina/Barangay.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.