Diisukan Mogok Makan, Suu Kyi Sehat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Rangon : Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi mengaku sehat meski berat badannya menurun. Akan tetapi, belum bisa dipastikan apakah Suu Kyi melakukan mogok makan.

    Pengacara Suu Kyi, Kyi Win, megatakan hal itu kepada wartawan setelah mengunjungi Suu Kyi di tahanan rumah, Senin (1/9). Kyi Win menemui Suu Kyi selama 30 menit untuk menunjukkan rancangan surat banding terkait penahanan rumah yang dikenai Suu Kyi selama 19 tahun terakhir.

    Para pemimpin oposisi di pengasingan memperkirakan Suu Kyi mogok makan. Akan tetapi, Kyi Win tidak mau berkomentar mengenai masalah tersebut.

    Menurut partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), pemimpin oposisi Burma berusia 63 tahun tersebut tidak mengambil pasokan makanan selama dua pekan sebelumnya. Akan tetapi, NLD tidak bisa memastikan mengenai selentingan bahwa Suu Kyi mogok makan.

    "Ia mengatakan dirinya dalam kondisi sehat. Tetapi berat badannya turun," ujar Kyi Win. "Ia mengatakan kepada saya, 'Saya sedikit lelah dan butuh istirahat'."

    Pengacara dan dokter pribadi Suu Kyi, Tin Myo Win, diperbolehkan bertemu Suu Kyi pada 17 Agustus. Saat itu, Suu Kyi menjalani pemeriksaan kesehatan. Suu Kyi pun bertemu dengan pengacaranya pada 8 Agustus.

    Dokter itu sendiri enggan berbicara dengan wartawan. Akan tetapi, seorang diplomat asing yang bertemu dengannya pekan lalu mengatakan bahwa Tin Myo Win sangat hati-hati dengan spekulasi soal mogok makan.

    "Kita tidak bisa mengonfirmasikan apapun," ujar diplomat tersebut kepada AFP. "Saya rasa ia tidak mogok makan."

    Dokter tersebut menyatakan kesehatan Suu Kyi baik dan Suu Kyi tidak mengajukan permintaan khusus kecuali diperbolehkan bertemu dengan pengacaranya. Suu Kyi baru diperbolehkan bertemu dengan pengacaranya bulan lalu sejak 2004.

    AFP | Kodrat Setiawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.