Kasus COVID-19 di Singapura Tembus 3.000, Situasi Masih Kritis

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang dan kursi berdiri yang harus dihindari oleh penumpang transportasi umum Singapura akan ditandai.[Kelvin Chng/Straits Times]

    Ruang dan kursi berdiri yang harus dihindari oleh penumpang transportasi umum Singapura akan ditandai.[Kelvin Chng/Straits Times]

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Singapura melaporkan terjadi penambahan 334 kasus baru virus Corona atau COVID-19 di negara mereka per Selasa, 14 April 2020.

    Penambahan ini membuat kasus positif Corona alias COVID-19 di sana menembus angka 3.252 kasus.

    Dilansir dari Channel News Asia, jumlah kematian juga bertambah 1 orang menjadi total 10. Kasus pasien yang tewas terakhir datang dari seorang warga Singapura berusia 70 tahun, yang merupakan pasien ke 128. Ia diketahui terkait dengan klaster SAFRA Jurong, dan terpapar pada 6 Maret 2020.

    "Nastional Center for Infectious Diseases (NCID) telah menghubungi keluarga dia dan memperpanjang bantuan bagi mereka," ujar Menteri Kesehatan Singapura.

    Dari total 334 kasus baru tersebut, tak ada satu pun yang dilaporkan berasal dari luar. 198 di antaranya berasal dari kluster yang sudah diidentifikasi sebelumnya.

    22 dari kasus baru ini terhubung kasus lokal lainnya. 10 di antaranya adalah warga Singapura atau penghuni permanen dan 12 adalah pekerja yang memegang izin tinggal. Sedangkan 114 lainnya masih belum diketahui hubungannya dan masih dalam tahap tracing.

    Kementerian Kesehatan juga mengumumkan satu kluster baru. Tempat tersebut adalah tempat tinggal sewa bagi pekerja asing bernama PPT Lodge 1A di Seletar North Link. Diketahui ada 11 kasus yang terhubung dengan kluster tersebut.

    Masih tingginya angka penambahan kasus ini membuat Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong situasi wabah Corona di negaranya masih dalam keadaan kritis. "Kami masih dalam situasi kritis, jumlah kasus terus meningkat," kata dia.

    Pada Senin lalu, angka penambahan mencapai tingkat tertinggi dengan 386 kasus per hari. Angka kasus yang berasal dari pekerja luar negeri, khsuusnya yang berasal dari tempat tinggal sewa, meningkat tajam hingga 300 kasus per hari.

    "Peningkatan ini nampaknya akan terus berlanjut selama kita melakukan tes di area tempat tinggal sewa. Penularan di tempat tinggal sewa pekerja asing menjadi hal utama yang kita lawan menghadapi COVID-19," kata Kim Yong.

    EGI ADYATAMA | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.