Lockdown Corona, Atlet Maraton Prancis Latihan di Balkon Rumah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elisha Nochomovitz berdiri di balkonnya di Balma, Prancis, Maret 2020.[Elisha Nochomovitz/The Jerusalem Post]

    Elisha Nochomovitz berdiri di balkonnya di Balma, Prancis, Maret 2020.[Elisha Nochomovitz/The Jerusalem Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang atlet maraton Prancis terpaksa berlatih di balkon rumahnya karena lockdown virus Corona membuatnya tidak bisa berlatih seperti biasa.

    Elisha Nochomovitz, seorang Yahudi Prancis berusia 32 tahun, dijadwalkan berada di antara 17.000 peserta dalam Maraton Barcelona pada 15 Maret.

    Tetapi maraton, salah satu acara lari paling populer di Eropa, ditunda hingga Oktober karena wabah virus Corona.

    Namun, Nochomovitz harus mengisi sebulan lockdown dengan berlatih di apartemennya di Balma, dekat Toulouse, dikutip dari Jerusalem Post, 14 April 2020. Dia sendiri bekerja di sebuah restoran di Toulouse, tetapi ditutup karena virus.

    Alhasil, Nochomovitz berlari seluruh maraton di balkon yang hanya sepanjang 7 meter dari ujung ke ujung lain.

    Nochomovitz, yang pernah ikut 36 maraton sebelumnya, menyelesaikan latihan simulasi maraton di balkon pada 17 Maret dalam 6 jam, 48 menit, atau lebih dari dua kali lipat waktu biasanya karena ia harus berbalik setiap beberapa detik.

    Latihannya difilmkan oleh pacarnya Marie dan diunggah ke YouTube, mengubah Nochomovitz menjadi simbol perjuangan internasional dan tampil di sejumlah media dunia.

    "Saya mengatakan pada diri saya sendiri bahwa ini adalah cara terbaik untuk mengambil jalan keluar dari lockdown, melakukan beberapa tantangan gila di balkon tetapi juga sebagai isyarat dukungan bagi tenaga medis," katanya dalam sebuah wawancara video yang dia berikan kepada Le Parisien.

    Dia tidak berhenti di situ. Nochomovitz melakukan dua maraton lagi, di beranda, meningkatkan waktunya, menurut laporan surat kabar Belanda, NRC Handelsblad.

    Pada tanggal 31 Maret, ia menurunkan waktunya dua jam, meskipun menambahkan jarak 8 kilometer atau tambahan sekitar 1.250 kali sprint pendek di sepanjang balkonnya.

    Surat kabar Israel Makor Rishon mewawancarainya, di mana Nochomovitz mengatakan pernah mengikuti sekolah Yahudi Otzar Hatorah yang berafiliasi dengan Chabad di Toulouse.

    Nochomovitz terlahir sebagai Elisha Zerbib, tetapi orang tuanya bercerai dan dia belum melakukan kontak dengan ayahnya, jadi dia memutuskan untuk mengambil nama gadis ibunya.

    Nochomovitz memiliki saudara lelaki di Israel dan telah berencana untuk mengunjunginya untuk pertama kalinya pada Februari. Dia juga berencana untuk berpartisipasi dalam Maraton Tel Aviv, yang berlangsung pada 28 Februari. Tapi Nochomovitz membatalkan kunjungannya setelah peserta asing dilarang dari acara itu karena virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.