New York Klaim Puncak Pandemi Virus Corona Telah Berlalu

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur New York Andrew M. Cuomo mengambil bagian dalam KTT ganja dan vaping regional di New York City, New York, AS, 17 Oktober 2019. [REUTERS / Lucas Jackson]

    Gubernur New York Andrew M. Cuomo mengambil bagian dalam KTT ganja dan vaping regional di New York City, New York, AS, 17 Oktober 2019. [REUTERS / Lucas Jackson]

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur New York, Andrew Cuomo, bernafas lega. Situasi terburuk dari pandemi virus Corona di New York, kata ia, sudah berlalu. Hal itu ditandai dengan mulai landainya angka pertumbuhan kasus dan korban baru per harinya di New York.

    "Kita berhasil mengendalikan penyebaran. Saya benar-benar merasa lega. Situasi terburuk sudah kita lalui, terutama jika kita tetap waspada dan pintar (dalam menanggapi virus Corona)," ujar Cuomo sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 14 April 2020.

    Sebagaimana diketahui, Amerika adalah episentrum virus Corona saat ini, menggantikan Cina. Hingga berita ini ditulis, Amerika telat mencatatkan 581.679 kasus dan 23.608 korban meninggal akibat virus dengan nama resmi COVID-19 itu.

    Dari 50 negara bagian di Amerika, New York adalah kawasan yang paling terdampak. Negara bagian yang berada di pesisir timur itu menyumbang hampir separuh dari total angka kematian di Amerika, 10.056 orang. Namun, beberapa hari terakhir, angka kematian dan kasus baru di sana konsisten menurun.

    "Pada hari minggu kemarin, 671 warga New York meninggal karena virus Corona. Sebelumnya, 758 orang meninggal. Angka tersebut adalah yang terendah sejak 5 April," ujar Cuomo.

    Dengan mulai menurunnya pertumbuhan angka kematian dan kasus baru di Amerika, Cuomo mengatakan bahwa pembukaan kembali bisnis di New York bukan hal mustahil. Namun, terkait hal tersebut, menurutnya lebih ideal jika dirinya berkoordinasi dulu dengan negara bagian New Jersey serta Connecticut. Sebab, banyak pekerja di New York berasal dari sana.

    Kalaupun sudah berkoordinasi dengan keduanya, Cuomo mengaku tidak akan membuka bisnis secara serentak. Sebaliknya, bisnis akan dibuka kembali secara bertahap. Selain itu, perlu dilakukan tes juga perihal siapa yang bisa duluan bekerja kembali. Cuomo berkata, satu langkah bodoh bisa menghancurkan segala upaya pengendalian virus Corona (COVID-19) yang sudah dilakukan selama ini.

    "Kita akan buka keran kegiatan ekonomi secara perlahan. Sedikit demi sedikit. Kita lakukan dengan penuh hati-hati, kesabaran, pengujian, dan kewaspadaan," ujar Cuomo menegaskan.

    ISTMAN MP | TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.