Perbatasan Rusia Krusial Dalam Pencegahan Virus Corona di Cina

Warga memakai masker mengendarai skuter dan berjalan kaki setelah wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Beijing, Cina 30 Maret 2020. [REUTERS / Carlos Garcia Rawlins]

TEMPO.CO, Jakarta - Meningkatnya jumlah kasus virus Corona (COVID-19) dari cluster impor membuat Cina ekstra hati-hati di perbatasan. Terutama, perbatasan antara Rusia dan Cina seperti perbatasan Heilongjiang. Sebab, sebagian besar kasus baru di Cina berasal dari warga yang datang dari Rusia.

Mengutip Reuters, pada Ahad kemarin, Cina mencatatkan 108 kasus baru atau 9 kasus lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya. Dari 108 kasus, 98 di antaranya berasal dari luar negeri. Nah, kebanyakan dari mereka adalah warga Cina yang kembali dari Rusia.

"Dari 98 kasus, separuhnya melibatkan penduduk Cina yang kembali dari Vladivostok, Rusia. Mereka pulang ke Cina melalui perbatasan di Heilongjiang," sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 13 April 2020.

Heilongjiang menjadi pilihan mayoritas warga Cina di Rusia karena memang tidak ada banyak pilihan bagi mereka. Rusia sudah menutup rute penerbangan ke Cina karena virus Corona. Alhasil, warga Cina di Rusia hanya bisa pulang melalui jalur darat seperti Heilongjiang. 

Hal yang tidak disangka oleh pemerintah Cina adalah mayoritas mereka yang kembali dari Rusia ternyata tertular virus Corona. Sekarang, untuk mencegah penyebaran virus Corona makin parah, pemerintah Cina memutuskan untuk memperketat pengawasan di perbatasan Heilongjiang.

"Suifenhe dan Harbin, ibu kota dari Heilongjiang, sekarang mewajibkan karantina 28 hari dan antibody test untuk mereka yang baru saja kembali dari luar negeri (Rusia)," sebagaimana dikutip dari Reuters. Selain mewajibkan karantina bagi warga Cina yang kembali via Heilongjiang, pemerintah Cina juga menutup Heilongjiang untuk warga negara asing.

Warga Heilongjiang mengapresiasi langkah pemerintah Cina memperketat pengawasan di perbatasan dengan Rusia. Sebab, hal itu akan membantu untuk menekan pandemi virus Corona di kawasan perbatasan.

"Saya merasa tidak perlu khawatir. Jika ada kasus-kasus lokal, saya akan khawatir, tapi kenyataannya tidak ada. Semua kasus berasal dari luar negeri dan mereka sudah dikarantina," ujar Zhao Wei, salah satu warga Suifenhe di Heilongjiang.

Cina, sejauh ini, telah mencatatkan 83.224 kasus dan 3341 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19).

ISTMAN MP | REUTERS






Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

5 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

5 jam lalu

Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

Uni Eropa memberikan peringatan keras jika salah satu infrastruktur energi aktif blok itu diserang.


Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer ke Ukraina

6 jam lalu

Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer ke Ukraina

Perintah Putin agar petani mengikuti wajib militer ini meningkatkan risiko untuk panen Rusia pada 2023.


Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

7 jam lalu

Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

Zelensky menelepon Stoltenberg setelah pemungutan suara yang dilangsungkan di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.


Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

7 jam lalu

Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

Bulgaria, Polandia, dan Estonia mengeluarkan seruan kepada warganya untuk segera tinggalkan Rusia


Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

7 jam lalu

Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

Tiga bank Turki yang masih memproses pembayaran dengan bank Rusia, dikonfirmasi menarik diri di bawah tekanan dari Amerika Serikat


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

8 jam lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


Zelensky Sebut Referendum Rusia di Ukraina Lelucon

8 jam lalu

Zelensky Sebut Referendum Rusia di Ukraina Lelucon

Presiden Volodymyr Zelensky mengecam pemungutan suara sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Moskow untuk bergabung dengan Rusia.


Ukraina Desak Dunia Mengutuk Rusia atas Referendum 4 Wilayah

10 jam lalu

Ukraina Desak Dunia Mengutuk Rusia atas Referendum 4 Wilayah

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut tindakan tersebut sangat melanggar konstitusi dan hukum Ukraina, serta norma hukum internasional dan kewajiban internasional Rusia.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

14 jam lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.