Virus Corona, Otoritas Singapura Tutup 4 Outlet McDonald's

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis memakai masker wajah di Merlion Park di Singapura, 28 Januari 2020. [REUTERS / Feline Lim]

    Turis memakai masker wajah di Merlion Park di Singapura, 28 Januari 2020. [REUTERS / Feline Lim]

    TEMPO.COSingapura – Pemerintah Singapura melaporkan ada 233 kasus infeksi baru COVID-19 atau virus Corona pada Ahad, 12 April 2020.

    Ini membuat total jumlah kasus menjadi 2.532. Ada 8 orang meninggal akibat infeksi virus Corona dan 560 kasus penderita yang berhasil sembuh. 

    51 kasus terkait dengan klaster yang telah diketahui. Sedangkan 15 kasus baru terkait dengan sejumlah kasus lama.

    Kementerian Kesehatan mengatakan masih ada 167 kasus yang ditelusuri penyebab infeksinya.

    “Sebanyak 141 dari jumlah ini merupakan para pekerja yang tinggal di asrama dan lokasi pekerjaan,” begitu pernyataan dari kementerian Kesehatan Singapura seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, 13 April 2020.

    Ada tujuh klaster baru penyebaran virus Corona yaitu Restoran Black Tap di Marina Bay Sands, gerai McDonald’s dan sejumlah asrama pekerja.

    Restoran Black Tap, yang terkenal dengan burger dan minuman milkshakes, terkait dengan 8 kasus.

    Sedangkan gerai McDonald’s terkait dengan lima kasus infeksi virus Corona.

    Para karyawan McDonald’s yang terinfeksi ini bekerja di sejumlah area di Singapura seperti Lido, Forum Galleria, Parklane dan Geylang. Semua lokasi ini telah ditutup dan dibersihkan.

    Otoritas Singapura mengatakan semua karyawan di gerai terkait, yang berjumlah 210 orang, telah diminta untuk libur selama 14 hari untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi virus Corona.

    Direktur Pelaksana McDonald’s Singapura, Kenneth Chan, mengatakan perusahaan menerapkan semua langkah pengamanan dengan standar tinggi terkait peristiwa ini.

    “Kami juga ingin meminta para pelanggan kami untuk mengenakan masker wajah saat mengunjungi gerai kami,” kata Kenneth Chan pasca terungkapnya kasus infeksi virus Corona ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.