Virus Corona, Spanyol Bakal Longgarkan Pembatasan Kegiatan Publik

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien positif virus corona atau Covid-19 berada di lorong unit gawat darurat di Getafe, Spanyol, 24 Marer 2020. OBTAINED BY REUTERS

    Sejumlah pasien positif virus corona atau Covid-19 berada di lorong unit gawat darurat di Getafe, Spanyol, 24 Marer 2020. OBTAINED BY REUTERS

    TEMPO.COMadrid – Pemerintahan Spanyol mengeluarkan panduan pada Sabtu, 11 April 2020 bagi warga untuk bersiap bekerja saat pembatasan larangan kegiatan publik atau lockdown dilonggarkan terkait wabah virus Corona.

    Pada saat yang sama, otoritas Spanyol melaporkan jumlah kematian harian terendah akibat infeksi virus Corona sejak 23 Maret 2020.

    Mayoritas warga Spanyol menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing sejak pertengahan Maret 2020. Hanya karyawan dan perusahaan yang bergerak di bidang strategis tertentu saja yang masih boleh beroperasi secara normal.

    Ini dilakukan setelah wabah virus Corona menyebar di negara itu dan menginfeksi ribuan orang.

    Saat ini, 163 ribu warga Spanyol dinyatakan terinfeksi virus Corona dengan sekitar 17 ribu orang meninggal dan sekitar 60 ribu orang berhasil sembuh.

    Pemerintah Spanyol memutuskan bakal melonggarkan pembatasan mulai Senin dengan mengizinkan sektor konstruksi dan manufaktur untuk kembali beroperasi. Ini memungkinkan ribuan orang untuk kembali bekerja.

    Semua perusahaan yang boleh beroperasi harus menyediakan perlengkapan pelindung diri dan memastikan para pegawai menjaga jarak minimal dua meter.

    Sejumlah kritik mengatakan pemerintah terlalu cepat melonggarkan pembatasan sosial di tengah wabah virus Corona, yang masih terjadi.

    Namun, Mentersi Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, mengataka sebaliknya.

    “Kita masih dalam tahap pembatasan kegiatan publik. Belum ada relaksasi,” kata dia.

    Pasukan keamanan bakal membagikan sekitar 10 juta masker wajah pada transportasi publik dalam beberapa hari ke depan menurut Marlaska.

    Namun, dia mengatakan penggunaan masker wajah dianjurkan meski bukan kewajiban.

    Uniknya, keputusan soal masker ini justru tidak diketahui pemerintah kota. “Tidak ada otoritas di Madrid dan daerah lain yang tahu soal pembaian masker seperti diumumkan menteri Kesehatan,” kata kepala transportasi Madrid, Angel Garrido.

    Pada Sabtu, otoritas medis mencatat ada 510 orang meninggal sehingga jumlah total korban meninggal sebanyak 16.353.

    Jumlah warga yang terinfeksi virus Corona meningkat menjadi 161.852 orang atau naik dari sehari sebelumnya yaitu 157.022 orang. Perlambatan jumlah kasus baru ini menjadi perubahan positif bagi Spanyol, yang sempat melaporkan 950 orang meninggal dalam sehari pada awal April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.