Riset: Virus Corona Bisa Bergerak Sampai 4 Meter dari Pasien

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah riset yang mengevaluasi beberapa sampel udara dari sejumlah bangsal rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 menemukan virus mematikan itu bisa bergerak sampai 4 meter. Aturan jaga jarak aman atau social distancing yang dianjurkan saat ini sekitar 1 meter – 2 meter.

    Riset ini dilakukan sekelompok peneliti di Cina yang di publikasi pada Jumat, 10 April 2020 di Penyakit Menular Darurat, yakni sebuah jurnal Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika Serikat.

    Para peneliti itu menyebut saat ini semakin banyak perdebatan terkait bagaimana penyakit ini (virus corona) ditularkan. Para ilmuwan pun berhati-hati pada sejumlah virus yang mereka temukan saat ini.

    Dikutip dari channelnewsasia.com, para ilmuwan yang dipimpin oleh sebuah tim dari Akademi Militer Ilmu Pengetahuan Medis di Beijing, Cina, melakukan uji pada sampel permukaan dan sampel udara dari sebuah ICU dan barak rumah sakit Huoshenshan di Kota Wuhan, yang merawat pasien-pasien virus corona. Mereka memondokkan total 24 pasien pada 19 Februari – 2 Maret 2020.

    Riset yang dilakukan menemukan virus – virus corona umumnya berada di lantai-lantai bangsal rumah sakit tersebut. Itu kemungkinan karena gravitasi dan aliran udara yang menyebabkan sebagian besar tetesan virus (droplets) melayang-layang lalu jatuh ke lantai.

    Kumpulan virus corona juga sering ditemukan di permukaan benda yang sering disentuh seperti tetikus komputer, tong sampah, ranjang tempat tidur dan gagang pintu.

    “Lebih lanjut, separuh sampel yang diambil dari tim medis di ICU, virus corona ada di sepatu-sepatu mereka sehingga kemungkinan sepatu para tim medis ini juga berfungsi sebagai carriers (pembawa virus),” tulis tim peneliti itu.

    Tim peneliti ini juga melihat apa yang disebut penularan lewat aerosol. Ketika tetesan virus (droplets) itu biasa-biasa saja, lalu disemprotkan aerosol - virus bisa jadi melayang-layang di udara dan tetap di udara sampai beberapa jam, tidak seperti droplets batuk atau bersin yang langsung jatuh ke lantai dalam hitungan detik.

    Para peneliti itu menemukan aerosol yang penuh dengan virus umumnya terkonsentrasi dekat pasien sampai sejauh 4 meter, meskipun jumlah virus corona yang lebih sedikit ditemukan pula pada jarak hingga 2,4 meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.