Maskapai Vietnam Akan Buka Penerbangan Usai Lockdown Dicabut

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kesehatan bersiap menyemprotkan disinfektan di dalam pesawat Vietnam Airlines untuk melindungi dari wabah Virus Corona di bandara Noi Bai di Hanoi, Vietnam, 21 Februari 2020. REUTERS/Kham

    Seorang petugas kesehatan bersiap menyemprotkan disinfektan di dalam pesawat Vietnam Airlines untuk melindungi dari wabah Virus Corona di bandara Noi Bai di Hanoi, Vietnam, 21 Februari 2020. REUTERS/Kham

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Vietnam, Bamboo Airways dan VietJet Air Vietnam, akan melanjutkan penerbangan domestik mulai Kamis setelah berakhirnya lockdown selama 15 hari.

    Dari akhir Maret, Vietnam memerintahkan pembatasan pada penerbangan domestik dan mengadopsi jarak sosial secara nasional untuk mencegah penyebaran virus Corona, yang telah menginfeksi 257 orang, meskipun tidak ada yang meninggal.

    "Rute Hanoi-Ho Chi Minh City akan dilanjutkan mulai 16 April, sementara rute lain akan kembali beroperasi mulai 20 April," kata Bamboo Airways dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, 11 April 2020.

    Maskapai VietJet Air juga mengumumkan akan melanjutkan penerbangan pada rute domestik mulai Kamis pekan depan, tetapi memberi tahu pelanggan bahwa jadwal kemungkinan bisa berubah.

    Pada hari Senin, wakil menteri kesehatan Nguyen Thanh Long menyarankan Vietnam harus memperluas jarak sosial untuk mengekang penularan virus.

    Alun-alun Dong Kinh Nghia Thuc terlihat hampir kosong selama wabah penyakit virus Corona (COVID-19) di Hanoi, Vietnam, 27 Maret 2020. [REUTERS / Kham]

    Kementerian Kesehatan Vietnam menyatakan tidak ada kasus baru virus Corona pada Sabtu pagi, dan jumlah kasus aktif Vietnam hingga Jumat malam masih tetap 113, menurut laporan VN Express.

    Dalam 24 Jam, hanya dua pasien yang dikonfirmasi positif, satu dari penularan domestik di Hanoi dan lainnya warga vietnam yang baru kembali dari Rusia. Total ada 257 kasus virus Corona di Vietnam tanpa adanya kematian.

    Sementara 16 pasien COVID-19 sembuh dan dipulangkan pada Jumat, menjadikan total 144 pasien virus Corona yang sembuh di Vietnam.

    Hanoi masih memimpin dalam jumlah infeksi tertinggi COVID-19 di Vietnam dengan 120 kasus, 58 di antaranya telah sembuh, diikuti oleh Kota Ho Chi Minh dengan 54 kasus dan 40 debit.

    Ketua Partai Hanoi Vuong Dinh Hue mengatakan Jumat malam bahwa orang-orang di kota itu telah terlihat keluar dalam jumlah besar dalam beberapa hari terakhir, ketika negara itu masih dalam periode jarak sosial 15 hari yang akan berakhir 15 April.

    Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc telah meminta lembaga penegak hukum untuk secara ketat mendisiplinkan mereka yang melanggar aturan jarak sosial dan tidak mengenakan masker di tempat-tempat umum. Perdana Menteri Vietnam mengatakan sejauh ini hasil pengendalian wabah menggembirakan tetapi ancaman virus Corona tetap ada.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.