Jerman Harap Uni Eropa Segera Sepakati Bantuan Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan alat perlindungan diri saat membawa pasien positif virus corona atau Covid-19 di Naples, Italia, 2 April 2020. REUTERS/Ciro De Luca

    Petugas medis menggunakan alat perlindungan diri saat membawa pasien positif virus corona atau Covid-19 di Naples, Italia, 2 April 2020. REUTERS/Ciro De Luca

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Ekonomi Jerman, Peter Altmaier berharap pertemuan para menteri keuangan Uni Eropa (Eurogroup) pada hari ini berujung hasil. Sebab, situasi pandemi virus Corona (COVID-19) terus memburuk dan bantuan ekonomi akan sangat menolong negara-negara terdampak seperti Italia dan Spanyol.

    "Sangat penting untuk bisa mendapatkan kepastian perihal bantuan ekonomi senilai 500 miliar Euro yang didiskusikan dua hari lalu. Itu uang yang sangat besar dan bisa membantu banyak orang," ujar Altmaier sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 9 April 2020.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, menteri keuangan dari negara-negara Eropa gagal mencapai kata sepakat terkait bantuan ekonomi untuk negara terdampak Corona. Meski para anggota sepakat akan besaran nilai bantuan yang disiapkan, tidak semuanya setuju soal mekanisme pelunasannya.

    Negara-negara Eropa Selatan, seperti Italia dan Spanyol, mengharapkan mutualisasi untuk pelunasan bantuan yang diberikan. Dengan kata lain, utang yang ditanggung bersama. Namun, skema tersebut dirasa merugikan menurut sejumlah negara, terutama negara-negara yang terkenal "hemat" seperti Belanda. Belanda menginginkan skema yang lebih terkontrol dan fokus.

    Selain masalah keuangan, para menteri keuangan juga memperdebatkan soal mekanisme distribusi bantuan medis sepert APD (Alat Pelindung Diri) dan obat-obatan. Kebanyakan negara Eropa menginginkan pemeriksaan yang lebih ketat di tiap perbatasan. Hal itu tidak umum untuk Eropa yang terkenal dengan pasar bebasnya.

    Ketika rapat yang berlangsung dua hari lalu itu usai, Menteri Keuangan Jerman, Olaf Scholz, langsung mengeluarkan pernyataan. Inti pernyataannya, Ia meminta negara-negara Eropa untuk mau berkompromi. Sebab, jika semua negara menuruti kemauan masing-masing, maka tidak akan tercapai kata sepakat terkait penanganan virus Corona. Ia berharap kesepakatan itu bisa dicapai hari ini.

    "Saya cukup yakin Scholz dan koleganya, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire, bisa mendorong para menteri keuangan lainnya untuk mau bersatu dan bekerjasama," ujar Altmaier mengakhiri.

    Hingga berita ini ditulis, jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di dunia sudah mencapai 1,5 juta kasus dengan 88 ribu korban meninggal. Eropa merupakan salah satu benua yang paling terdampak di mana beberapa negara besarnya menghadapi lebih dari 100 ribu kasus. Spanyol, misalnya, tercatat memiliki 146.690 kasus dan 14.673 korban meninggal.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.