Bantu Krisis Virus Corona, Gaji Pejabat Pemerintah India Dipotong

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri India Narendra Modi bersama masyarakat melaksanakan pemilu tahap ketiga, Selasa, 23 April 2019. Sumber: Deccan Herald

    Perdana Menteri India Narendra Modi bersama masyarakat melaksanakan pemilu tahap ketiga, Selasa, 23 April 2019. Sumber: Deccan Herald

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaji Perdana Menteri India Narendra Modi, anggota parlemen, dan pejabat tinggi pemerintahan, akan dipotong 30 persen tahun ini untuk menutup dampak ekonomi virus Corona.

    Modi telah memberlakukan lockdown tiga minggu untuk menghentikan penyebaran virus, tetapi telah menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan dan banyak masyarakat yang lebih rentan kelaparan dan krisis tempat tinggal.

    Dikuti dari Reuters, 7 April 2020, pada Senin kabinet federal telah menyetujui keputusan di mana Modi, bersama dengan Presiden Ram Nath Kovind, gubernur negara bagian dan anggota parlemen, akan mengambil pemotongan gaji sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka, kata menteri kabinet Prakash Javadekar.

    Perdana Menteri Narendra Modi pada Senin juga mengatakan kepada para menterinya untuk membuat rencana untuk secara perlahan keluar dari lockdown yang sedang berlangsung dan untuk menahan dampak ekonomi dari pandemi virus, termasuk dengan mengurangi ketergantungan di negara lain.

    Petugas menggunakan pakaian pelindung saat menyemprotkan disinfektan pad gerbong kereta yang diubah menjadi fasilitas khusus virus corona atau Covid-19 di Kolkata, India, 6 April 2020.Indian Railways merupakan operator kereta api terbesar keempat di dunia. REUTERS/Rupak De Chowdhuri

    Berbicara kepada dewan menterinya dalam sebuah konferensi video, Modi meminta mereka untuk menyiapkan rencana kesinambungan bisnis untuk melawan dampak ekonomi COVID-19. Modi juga menegaskan bahwa krisis ini merupakan peluang untuk meningkatkan inisiatif "Make-in-India" dan mengurangi ketergantungan pada negara lain.

    Dikutip dari India Today, kabinet sepakat pada peraturan yang mengamendemen Undang-undang Gaji, Tunjangan dan Pensiun Anggota Parlemen tahun 1954 dengan mengurangi tunjangan dan pensiun sebesar 30 persen dari 1 April 2020, selama satu tahun, kata Modi, menambahkan pemotongan gaji ini akan termasuk perdana menteri dan menteri Uni.

    Sementara gaji semua anggota parlemen, termasuk menteri, kurang lebih sama di sekitar 100.000 rupee per bulan, ada perbedaan dalam tunjangan antara menteri dan anggota parlemen biasa.

    Setelah briefing, Javadekar, juru bicara pemerintah, mengklarifikasi bahwa hanya gaji dan dana bukan pensiun dan tunjangan anggota parlemen India yang akan dipotong.

    Menurut data Kementerian Kesehatan Union, korban meninggal akibat pandemi virus Corona naik menjadi 111 dan jumlah infeksi naik menjadi 4.281 pada Senin, dan mencatat rekor lonjakan 704 kasus dalam 24 jam.

    Kasus virus Corona (COVID-19) aktif di India berjumlah 3.851, sementara 318 orang sembuh atau dipulangkan, menurut kementerian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.