PM Yunani Sarankan Uni Eropa Beli Hak Paten Vaksin Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis(tengah) dengan mengenakan masker berbicara kepada pekerja medis selama kunjungan di Sotiria Hospital di Athena, Yunani, 6 April 2020.[REUTERS]

    Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis(tengah) dengan mengenakan masker berbicara kepada pekerja medis selama kunjungan di Sotiria Hospital di Athena, Yunani, 6 April 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Yunani menyarankan agar anggota Uni Eropa bekerja sama membeli hak paten vaksin virus Corona (COVID-19) dan alat tes virus.

    Dalam artikel yang dirilis surat kabar Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ), Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan harus ada solusi distribusi vaksin jika sudah ditemukan. Solusi untuk distribusi bukan hanya sulit tetapi juga penting, katanya, dikutip dari laporan Reuters, 6 April 2020.

    Setidaknya 20 vaksin OVID-19 sedang dalam pengembangan, banyak di antaranya disubsidi oleh masing-masing pemerintah atau badan amal, katanya kepada FAZ.

    "Idealnya, setelah kemanjurannya telah terbukti, vaksin semacam itu harus didistribusikan secepat dan seadil mungkin, dan dengan biaya yang masuk akal," katanya.

    Pegawai Philipp Hoffmann, dari perusahaan biofarmasi Jerman CureVac, menunjukkan alur kerja penelitian pada vaksin untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di sebuah laboratorium di Tuebingen, Jerman, 12 Maret 2020. Foto diambil pada 12 Maret 2020. [REUTERS / Andreas Gebert]

    Membeli hak paten semacam itu akan memberikan insentif kepada perusahaan farmasi global untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut dan memastikan bahwa uang pembayar pajak Eropa dihabiskan dengan bijaksana, kata Kyriakos.

    Usulan itu baru-baru ini disampaikan oleh Elias Mossialos, seorang profesor kebijakan kesehatan di London School of Economics, yang telah ditunjuk sebagai perwakilan Yunani dalam pembicaraan internasional mengenai penanggulangan virus Corona.

    Biaya untuk hak paten dapat didistribusikan di antara negara-negara UE, kata Mossialos. Menurutnya, ini akan menjadi solusi satu-satunya yang hanya digunakan dalam kasus-kasus ekstrem seperti pandemi dan bahwa itu tidak akan mempengaruhi keberlanjutan industri teknologi medis.

    Mengamankan hak paten untuk pengujian dan vaksin virus Corona di tingkat UE akan memungkinkan produksi mereka di banyak lokasi dan memungkinkan distribusi yang luas, ujar Mossialos.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.