Virus Corona, Cina Jual 4 Miliar Masker ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina telah menjual 4 miliar masker ke luar negeri terhitung sejak Maret 2020. Saat yang sama, Cina juga mencoba membendung ketakutan akan kualitas berdasarkan standar medis atas masker-masker yang diekspor itu.

    Meskipun kasus virus corona di Cina sudah berkurang, namun Beijing masih mendorong pabrik-pabrik agar meningkatkan kapasitas produksi menyusul virus corona ini telah menyebar secara global. Pandemic COVID-19 telah menewaskan lebih dari 60 ribu orang dipenjuru dunia.

    Orang-orang yang memakai masker wajah saat mengadakan duka nasional bagi mereka yang meninggal karena Virus Corona pada festival penyapu makam Qingming, di Beijing, China, 4 April 2020. REUTERS/Thomas Peter

    Situs english.alarabiya.net mewartakan Cina telah mengekspor 3,86 miliar masker. Cina juga terhitung sejak 1 Maret 2020 sudah mengekspor 37,5 juta pakaian pelindung diri, 16 ribu ventilator dan 2,84 juta alat tes virus corona. Petugas beacukai Cina, Jin Hai, mengatakan semua barang-barang itu diekspor untuk memenuhi permintaan lebih dari 50 negara.

    Jin menambahkan suplai kebutuhan peralatan medis yang diekspor bernilai sekitar 10,2 miliar yuan atau Rp 23 triliun. Akan tetapi, sejumlah negara seperti Belanda, Filipina, Kroasia, Turki dan Spanyol mengkomplain standar atau kegagalan produk-produk medis yang dikirim dari Cina.

    Pada akhir pekan lalu, Pemerintah Belanda menarik 600 ribu masker dari total 1,3 juta masker yang dikirim dari Cina. Penarikan dilakukan karena tidak memenuhi kualitas. Pemerintah Cina mencoba meluruskan dengan mengatakan manufaktur mengkonfirmasi kalau masker yang dikirimkan itu bukan masker untuk operasi.     

    Spanyol juga menolak ribuan alat tes virus corona yang dikirimkan oleh perusahaan Cina yang belum mendapat otorisasi. Penolakan dilakukan setelah mereka menyadari alat tes itu kurang bisa dipercaya.

    Menanggapi tudingan itu, otoritas Cina pada Minggu, 5 April 2020, mengatakan komplain itu tidak berdasarkan fakta yang sepenuhnya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, dalam sepekan terakhir mendesak media barat agar tidak mempolitisasi atau memancing isu ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.