Perdana Menteri Spanyol Ingin Lockdown Diperpanjang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf medis rumah sakit Severo Ochoa memuji dukungan untuk petugas kesehatan, di tengah wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Leganes, dekat Madrid, Spanyol 1 April 2020. Kecuali Italia, virus ini telah membunuh lebih banyak orang di Spanyol daripada di tempat lain , memicu lockdown yang telah membuat kegiatan ekonomi macet. Sebuah survei menunjukkan sektor manufaktur Spanyol menuju kemerosotan setelah menyusut pada bulan Maret pada laju tertajam sejak 2013. [REUTERS / Juan Medina]

    Staf medis rumah sakit Severo Ochoa memuji dukungan untuk petugas kesehatan, di tengah wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Leganes, dekat Madrid, Spanyol 1 April 2020. Kecuali Italia, virus ini telah membunuh lebih banyak orang di Spanyol daripada di tempat lain , memicu lockdown yang telah membuat kegiatan ekonomi macet. Sebuah survei menunjukkan sektor manufaktur Spanyol menuju kemerosotan setelah menyusut pada bulan Maret pada laju tertajam sejak 2013. [REUTERS / Juan Medina]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Sabtu, 4 April 2020, berencana meminta anggota parlemen agar memperpanjang kebijakan lockdown menjadi 26 April 2020. Pemberlakukan lockdown di Negeri Matador itu sudah memasuki hari ke 15.

    “Kita di awal penurunan pandemik ini. Kita lebih kuat dari yang kita fikirkan dan harus terus tekun menghadapi ini dengan pengorbanan, perlawanan dan semangat kemenangan,” kata Perdana Menteri Sanchez, seperti dikutip dari reuters.com.

    Kerabat bereaksi di samping peti mati orang yang meninggal karena virus corona (COVID-19) di krematorium pemakaman La Almudena selama lockdown sebagian untuk memerangi wabah tersebut di Madrid, Spanyol, 23 Maret 2020. Sebanyak 7.015 pasien corona di Spanyol berhasil pulih. REUTERS/Juan Medina

    Dalam pidatonya, Sanchez mengatakan lockdown yang dilakukan pihaknya baru memperlihatkan hasilnya. Namun dia memperingatkan perpanjangan status darurat mungkin bukan yang pertama ini disorongkan pihaknya.

    Melalui lockdown, maka toko-toko, bar dan restoran di penjuru Spanyol, tutup.   

    “Kami tidak memperpanjang kemandekan aktivitas ekonomi. Tidak boleh ada yang salah mengambil keputusan. Pemerintah Spanyol akan berusaha, mempertahankan, dan tidak akan pernah meninggalkan eurobonds karena ini adalah solidaritas, inilah Eropa. Tekad pemerintah total dan absolut,” kata Sanchez.

    Sanchez dalam pidatonya juga menegaskan kembali dukungannya pada peluncuran surat utang bersama yang diterbitkan oleh anggota-anggota zona eropa sebagai salah satu cara untuk menangkal dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona. Gagasan penerbitan surat utang ini disorongkan oleh Spanyol dan Italia, namun masih ditolak oleh Pemerintah Jerman dan anggota Uni Eropa di wilayah utara.

    Kematian akibat virus corona di Spanyol pada Sabtu, 4 April 2020 naik menjadi 11.744 kasus atau tertinggi ke dua di dunia setelah Italia. Namun Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut jumlah kematian dalam 24 jam terakhir karena virus corona turun menjadi 809 orang, yang sebelumnya 932 kematian.             

    Di Spanyol, sampai Jumat, 3 April 2020, total kasus virus corona mencapai 117.710 kasus. Sedangkan pada Sabtu, 4 April 2020 naik menjadi 124.736 kasus sehingga menempatkan Spanyol di atas Italia yang tercatat memiliki 124.632 kasus COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.