Virus Corona, Korban Tewas di Prancis Naik 60 Persen

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis merawat pasien positif virus corona atau Covid-19 yang dirawat dalam kereta cepat TGV di Strasbourg, Prancis, 1 Maret 2020. Thomas Samson/Pool via REUTERS

    Petugas medis merawat pasien positif virus corona atau Covid-19 yang dirawat dalam kereta cepat TGV di Strasbourg, Prancis, 1 Maret 2020. Thomas Samson/Pool via REUTERS

    TEMPO.COParis – Jumlah korban meninggal akibat terinfeksi virus Corona di Prancis melonjak 61 persen menjadi 6.507 orang dalam dua hari terakhir hingga Jumat kemarin.

    Ini terjadi setelah otoritas setempat memasukkan data dari rumah panti jompo. Total warga yang terinfeksi virus ini juga melonjak 44 persen menjadi 82.165 orang.

    Ini membuat Prancis menjadi negara kelima dengan jumlah korban terinfeksi virus Corona di luar Cina.

    “Jumlah kasus infeksi virus Corona di rumah sakit juga meningkat menjadi 5.233 orang atau naik 9 persen menjadi 64.338 orang pada Jumat,” kata Jerome Salomon, direktur kementerian Kesehatan, dalam jumpa pers rutin pada Jumat, 3 April 2020 seperti dilansir Reuters pada Sabtu, 4 April 2020.

    Menurut Salomon, jumlah kasus infeksi virus Corona di rumah panti jompo sebanyak 17.827 orang atau naik dari data sebelumnya 14.638 orang.

    Prancis bergabung dengan lima negara yang memiliki jumlah korban terinfeksi virus Corona terbanyak di luar Cina yaitu Amerika, Spanyol, Italia, dan Jerman.

    Jika data dari rumah panti jompo tidak dimasukkan, maka jumlah pasien yang meninggal di rumah sakit akibat infeksi virus Corona juga mencapai rekor yaitu 588 orang atau naik 13 persen menjadi 5.091 orang.

    Banyak warga manula yang menjadi korban infeksi virus Corona karena tinggal di rumah panti jompo dalam kondisi berdekatan satu dengan lainnya.

    Ada tren positif di Prancis terkait jumlah pasien yang dirawat di unit gawat darurat. Penambahan hingga Jumat kemarin hanya 263 orang menjadi 6.662 atau naik 4 persen saja. Ini menunjukkan tren penurunan dari tren sebelumnya yang mencapai angka ganda atau double digit.

    Meski begitu, Salomon mengatakan terlalu dini untuk menyebut pademi ini telah mencapai puncak.

    “Jumlah orang yang dirawat di unit gawat darurat tidak menurun meskipun penambahan pasien baru melambat,” kata dia.

    Wabah virus Corona ini bermula dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah pada Desember 2019. Wabah ini telah menjangkiti sekitar satu juta orang di sekitar 200 negara dan sebanyak 54 ribu orang meninggal dunia. Sekitar seratus ribu lebih orang yang menjalani perawatan berhasil sembuh seperti dilansir CNN. Sebanyak 245 ribu orang di AS terdiagnosa positif terinfeksi virus Corona dengan lebih dari 6 ribu orang meninggal dunia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.