Inggris Janji 100.000 Tes Virus Corona per Hari Mulai Akhir April

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang fotografer memotret suasana di kawasan Gedung Parlemen di Jembatan Westminster, saat siang hari selama wabah penyakit virus corona (COVID-19), di London, Inggris, Selasa, 31 Maret 2020. REUTERS/Toby Melville

    Seorang fotografer memotret suasana di kawasan Gedung Parlemen di Jembatan Westminster, saat siang hari selama wabah penyakit virus corona (COVID-19), di London, Inggris, Selasa, 31 Maret 2020. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Inggris menjanjikan 100.000 tes virus Corona setiap hari pada akhir April stelah pemerintah dikritik karena kurangnya tes massal virus Corona yang dilakukan.

    Muncul untuk pertama kalinya pada hari Kamis sejak sembuh dari virus Corona dan mengakhiri masa isolasi diri, Menkes Matt Hancock mengumumkan strategi baru untuk meningkatkan tes massal Inggris.

    "Saya sekarang menetapkan target 100.000 tes per hari pada akhir bulan ini. Itulah tujuannya dan saya bertekad bahwa kita akan sampai di sana," katanya pada Kamis seperti dikutip dari Reuters, 3 April 2020. Saat ini Inggris baru melakukan tes virus Corona sekitar 10.000 sehari.

    Inggris awalnya mengambil pendekatan yang terkendali terhadap wabah itu tetapi Perdana Menteri Boris Johnson mengubah taktik dan menerapkan langkah-langkah jarak sosial yang ketat setelah riset proyeksi menunjukkan seperempat juta orang Inggris bisa meninggal karena virus Corona.

    Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock berbicara pada konferensi pers digital COVID-19 di 10 Downing Street di London, Inggris 2 April 2020. [Pippa Fowles / 10 Downing Street / Handout via REUTERS]

    Lebih dari setengah warga Inggris berpikir pemerintahnya terlalu lambat untuk memerintahkan penutupan, sebuah jajak pendapat Ipsos MORI menunjukkan.

    Johnson sendiri dinyatakan positif mengidap virus dan sedang mengisolasi diri di Downing Street.

    Skenario kasus terburuk pemerintah Inggris saat ini memprediksi jumlah korban jiwa 50.000 jika isolasi diri tidak sepenuhnya dipatuhi, tetapi negara itu tidak pada jalur untuk skala seperti itu, menurut sumber yang akrab dengan diskusi darurat pemerintah.

    Menghadapi rentetan pertanyaan tentang masalah pengujian, Hancock berusaha menjelaskan mengapa Inggris begitu jauh di belakang Jerman, yang menguji sekitar 500.000 orang per minggu.

    "Tidak seperti beberapa negara, kita tidak dihadapkan pada krisis ini dengan industri diagnostik besar. Kita memiliki laboratorium ilmiah terbaik di dunia, tetapi kita tidak memiliki skalanya," katanya.

    "Mitra saya dari Jerman, misalnya, dapat mengunjungi 100 lab uji, siap dan menunggu ketika krisis melanda, sebagian besar berkat Roche, salah satu perusahaan diagnostik terbesar di dunia. Kita harus membangun dari basis yang lebih rendah."

    Staf Food For All mempersiapkan makanan untuk dibagikan kepada para tunawisma di dapur badan amal tersebut di London, Inggris, Selasa, 31 Maret 2020. Pemerintah Inggris terus berupaya memerangi wabah COVID-19, sementara otoritas lokal, kelompok komunitas, dan badan-badan amal berusaha menyediakan makanan bagi kelompok masyarakat paling rentan. (Xinhua/Tim Ireland)

    Tes dianggap penting untuk memerangi virus dan memulihkan ekonomi agar tetap sehat dengan memungkinkan mereka yang imun untuk kembali bekerja.

    Sky News melaporkan ada lima poin penting untuk realisasi pengujian massal Corona Inggris: pengujian swab di lab Public Health England dan NHS; menggandeng mitra lain seperti kampus dan perusahaan swasta; memperkenalkan tes darah antibodi untuk menguji apakah ada infeksi virus; pengawasan tingkat infeksi dan penyebarannya; serta membangun industru diagnostik skala besar untuk mencapai 100.000 tes pada akhir April.

    Hancock mengatakan angka 100.000 termasuk masyarakat umum dan staf NHS.

    Menurut laporan CNN, berita utama surat kabar Inggris pada hari Kamis mengecam kegagalan pemerintah untuk menguji lebih banyak, bahkan di media massa Inggris menerbitkan tajuk berita "Mengapa pengujian massal harus menjadi prioritas No. 1 kita" dan "Mengapa kita tertinggal di belakang dunia," kata edisi online The Telegraph.

    Seorang juru bicara Perdana Menteri mengatakan kepada wartawan pada Kamis total 10.412 tes sudah dilakukan di seluruh negeri pada hari Selasa.

    Sebanyak 2.800 pekerja NHS (Layanan Kesehatan Inggris) sekarang telah diuji di fasilitas pengujian drive-in, kata Downing Street.

    "Kami mengakui bahwa lebih banyak yang perlu yang dites. Kami perlu menguji lebih banyak orang dan kami harus membuat kemajuan dengan sangat cepat," kata juru bicara.

    Banyak petugas kesehatan Inggris mengisolasi diri setelah menunjukkan gejala virus Corona tetapi dapat kembali bekerja lebih cepat jika tes menunjukkan mereka tidak terinfeksi COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.