Gubernur New York Sebut Pelanggar Imbauan 'Stay at Home' Egois

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur New York Andrew M. Cuomo mengambil bagian dalam KTT ganja dan vaping regional di New York City, New York, AS, 17 Oktober 2019. [REUTERS / Lucas Jackson]

    Gubernur New York Andrew M. Cuomo mengambil bagian dalam KTT ganja dan vaping regional di New York City, New York, AS, 17 Oktober 2019. [REUTERS / Lucas Jackson]

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur New York mengatakan warga yang mengabaikan aturan tinggal di rumah (Stay at Home) egois dan akan menindak lebih tegas pelanggar karantina.

    Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan kepada polisi Kota New York untuk lebih agresif menegakkan aturan untuk jarak sosial karena kematian di negara bagian itu melonjak hingga hampir 2.000.

    "Kaum muda harus mendapatkan pesan ini, dan mereka masih belum mendapatkan pesan itu, Anda masih melihat terlalu banyak situasi dengan banyaknya kaum muda yang berkerumun," kata Cuomo, yang mengatakan model menunjukkan wabah semakin memburuk hingga akhir April, dikutip dari Reuters, 2 April 2020.

    Kapal rumah sakit Angkatan Laut USNS Comfort melintas di dekat Patung Liberty saat memasuki New York Harbor di New York City, AS, 30 Maret 2020. Kapal ini akan digunakan untuk merawat pasien yang tidak terinfeksi Virus Corona atau COVID-19. REUTERS/Andrew Kelly

    Cuomo mengatakan ia akan menutup taman bermain, ayunan, lapangan basket, dan ruang-ruang serupa, sementara ruang terbuka di taman tetap terbuka untuk saat ini.

    Dia terdengar jengkel oleh laporan kerumunan yang berkumpul di dermaga Manhattan untuk menyaksikan kedatangan kapal rumah sakit Angkatan Laut AS, USNS Comfort.

    "Betapa ceroboh dan tidak bertanggung jawab dan egois bagi orang-orang untuk tidak melakukannya sendiri," kata Cuomo.

    Total ada 4.529 orang telah meninggal di seluruh Amerika Serikat dari COVID-19 sejauh ini, menurut penghitungan Reuters, dengan lebih dari 205.000 kasus dilaporkan.

    Pakar medis Gedung Putih telah memperkirakan bahwa bahkan dengan mematuhi perintah tetap di rumah yang diberlakukan di 36 negara bagian dan Distrik Columbia, sekitar 100.000 hingga 240.000 orang dapat meninggal karena penyakit pernapasan ini.

    Ketika New York tetap menjadi pusat pandemi, negara-negara bagian di seluruh Amerika Serikat mengalami lonjakan kasus virus Corona, termasuk California, Michigan, Florida, dan New Jersey.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.