COVID-19, Semua Awak Kapal Pesiar yang Pulang ke Indonesia Sehat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Warga Negara Indonesia yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Pesiar World Dream membawa koper menuju ke dalam bus  usai tiba di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu, 14 Maret 2020. Sebanyak 188 Warga Negara Indonesia secara resmi dipulangkan oleh Kementerian Kesehatan karena dinyatakan sehat usai menjalani masa observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah Warga Negara Indonesia yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Pesiar World Dream membawa koper menuju ke dalam bus usai tiba di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu, 14 Maret 2020. Sebanyak 188 Warga Negara Indonesia secara resmi dipulangkan oleh Kementerian Kesehatan karena dinyatakan sehat usai menjalani masa observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona atau COVID-19 sudah menyebar secara global dan berpengaruh pada operasional kapal pesiar. Beberapa kapal pesiar ada yang memutuskan memulangkan awak kapal ke daerah masing-masing.

    Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha pada Rabu, 1 April 2020, mengatakan total ada sekitar 12.748 WNI yang bekerja sebagai awak kapal di 89 kapal pesiar yang dioperasikan oleh 10 operator kapal pesiar. Namun dari jumlah itu, tidak semua awak kapal WNI pulang, ada beberapa yang memutuskan tetap bekerja.

    Jumlah WNI yang bekerja di kapal pesiar yang sudah pulang per 1 April 2020 sebanyak 963 orang. Mereka ada yang pulang lewat pesawat komersil dan ada pula yang menggunakan pesawat carter.

    Judha memastikan para awak kapal pesiar yang pulang ke Indonesia dalam kondisi sehat semua. Sebab jika ada yang terkena COVID-19, Kementerian Luar Negeri RI akan meminta WNI itu diberikan perawatan kesehatan sesuai protokol kesehatan.

    “Kami juga minta pihak principal agar tidak melakukan PHK pada para awak kapal itu. Beberapa principal (perusahaan operator kapal pesiar) bahkan ada yang bersedia tetap memberikan gaji walau para awak kapal itu tidak bekerja (karena virus corona),” kata Judha.   

    Sejumlah Warga Negara Indonesia yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Pesiar World Dream membawa koper menuju ke dalam bus usai tiba di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu, 14 Maret 2020. Sebanyak 188 Warga Negara Indonesia secara resmi dipulangkan oleh Kementerian Kesehatan karena dinyatakan sehat usai menjalani masa observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pemerintah Indonesia tidak bisa melarang WNI pulang ke Indonesia dalam kondisi pandemik virus corona seperti sekarang ini. Namun ada protokol kesehatan yang harus dijalani.

    Mayoritas kapal pesiar tempat WNI bekerja, tidak punya riwayat COVID-19 di atas kapal. Pihak kapal, juga melakukan proses karantina pada para awak kapal. Jika ada terdeteksi positif COVID-19, akan segera diturunkan dari kapal.

    “Seluruh awak kapal pesiar yang pulang sudah bebas COVID-19. Untuk yang positif, harus dirawat di rumah sakit setempat (tempat kapal bersandar),” kata Judha.

    Setiba di Indonesia, para awak kapal pesiar bakal mendapat pemeriksaan tambahan, seperti pengecekan suhu tubuh dan melakukan rapid test COVID-19. Jika ada yang positif, maka akan segera di karantina. Sedangkan mereka yang negatif, diminta melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

    “Awak kapal pesiar yang mau pulang ke Indonesia, kami fasilitasi dan kami pastikan mereka tidak ‘membawa’ COVID-19,” kata Judha.

    Sedangkan Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan kantor-kantor perwakilan Indonesia di luar negeri (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri RI fokus memberikan bantuan kepada WNI, diantaranya WNI yang terkatung-katung karena wabah COVID-19 dan WNI yang bekerja sebagai awak kapal pesiar setelah kapal tidak beroperasi karena COVID-19.

    Awak kapal pesiar ini terikat oleh kontrak kerja. Beberapa ada yang masih bekerja mengawasi kapal agar kapal tetap memenuhi standar internasional. Kami belum tahu ke depanya (bagaimana nasib) kapal pesiar dengan kondisi COVID-19 ini. Jika kondisi sudah membaik, mereka bakal kembali bekerja,” kata Faizasyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.