Empat Warga Indonesia Diculik di Perairan Filipina Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Zambonga:Empat kru kapal asal Indonesia kemarin diculik gerombolan bersenjata di perairan Filipina Selatan. Sintel Marine 88, nama kapal penarik tongkang berbendera Singapura itu, dicegat di lepas pantai Pulau Tamuk, dekat Pulau Basilan, yang menjadi basis gang penculik Abu Sayyaf. Kapal dengan 10 kru itu sedang menarik tongkang bermuatan batu bara dari Tarakan menuju Pulau Cebu. Kepala militer regional Mayor Jenderal Ernesto Carolina menyatakan telah berhasil menemukan kapal beserta tongkang dan enam kru dan membawa semuanya ke Zamboanga. Kepada militer Filipina, keenam kru yang selamat bercerita bahwa sebelas orang bersenjata yang menggunakan tiga perahu motor naik ke kapal penarik. Mereka lalu mencomot kapten, kepala perwira, kepala teknik, dan wakil kapten. Para penculik sempat mematikan sebagian peralatan komunikasi kapal sebelum kabur dengan empat sandera menuju Kepulauan Sulu, yang juga dikenal sebagai basis Abu Sayyaf. Kapal Sultan Kudarat (PS22) milik Angkatan Laut Filipina menemukan kapal penarik itu beserta enam kru di perairan Basilan. Menurut Kepala Bidang Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, Yudhistiranto Sungadi, keempat orang itu adalah kapten kapal Yakobus Winowatan (asal Samarinda) dan tiga awaknya, Julkifli (dari Batam), Piter Lerich (Tanjung Priok), dan Ferdinand Zoel. Belum diketahui bagaimana nasib mereka. Pemerintah Filipina, menurut Yudhistiranto, telah secara resmi melaporkan kejadian itu kepada KBRI. "Mereka menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut," ujarnya kepada TEMPO News Room tadi malam. Belum jelas pukul berapa persisnya penculikan itu terjadi. "Pemerintah mengatakan penculikan terjadi pukul 17.00 waktu setempat, sedangkan pihak agen mengatakan peristiwa terjadi pukul 12.00 siang," kata Yudhistira. Siapa penculiknya pun masih kabur. Dugaan sementara pihak keamanan Filipina, besar kemungkinan pelakunya adalah kelompok Abu Sayyaf, mengingat lokasi peristiwa yang dekat dengan wilayah operasi kelompok itu. Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Mayjen (Purn.) Melchor Rosales, pasukan darat dan laut di Sulu dan Basilan kemarin dikerahkan untuk melakukan pencarian. Sedikitnya, dua helikopter serbu MG-520 dikirim ke Sulu untuk membantu petugas pengawal pantai. Abu Sayyaf, sasaran operasi gabungan Amerika Serikat-Filipina dalam beberapa bulan terakhir, kehilangan tiga sandera utama mereka, pasangan suami istri asal AS Martin dan Gracia Burnham dan warga Filipina Deborah Yap, dalam operasi penyelamatan 7 Juni lalu. Martin dan Yap tewas, sedangkan Gracia terluka. (Afp/Philippines Daily Inquirer/Yanto M/Y. Tomy Aryanto)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.