Salami Dokter yang Tertular Corona, Putin Dites Kesehatannya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin berbincang dengan salah satu dokter saat mengunjungi rumah sakit yang merawat pasien virus Corona, RS Kommunarka di Moskow, Rusia, 24 Maret 2020. Sputnik/Alexey Druzhinin/Kremlin via REUTERS

    Presiden Rusia Vladimir Putin berbincang dengan salah satu dokter saat mengunjungi rumah sakit yang merawat pasien virus Corona, RS Kommunarka di Moskow, Rusia, 24 Maret 2020. Sputnik/Alexey Druzhinin/Kremlin via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin menjalani tes kesehatan pasca diketahui bersalaman dengan dokter yang tertular virus Corona (COVID-19), Deni Protsenko. Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Putin dalam kondisi sehat sejauh ini dan tidak ada tanda-tanda tertular virus Corona.

    "Presiden Putin sendiri, secara reguler, menjalani test kesehatan terkait virus Corona," ujar Peskov sebagaimana dikutip dari Business Insider, Rabu, 1 April 2020.

    Putin diketahui menyalami Protsenko pada tanggal 24 Maret lalu atau sepakan sebelumnya. Keduanya bertemu ketika Putin melakukan peninjauan ke Rumah Sakti Kommunarka untuk melihat penanganan virus Corona. Protsenko sendiri adalah kepala rumah sakit tersebut.

    Secara terpisah, Protsenko menyatakan bahwa dirinya sedang menjalani masa karantina saat ini. Adapun dirinya tidak dalam kondisi sakit pasca dinyatakan positif tertular virus Corona.

    "Saya rasa immunitas yang saya bangun beberapa bulan terakhir telah menunjukkan hasilnya," ujar Protsenko.

    Hingga berita ini ditulis, Rusia tercatat memiliki 2.337 kasus dan 17 korban meninggal akibat Corona (COVID-19). Walau begitu, banyak pihak meragukan keabsahan angka tersebut dan menduga Kremlin menyembunyikan angka sebenarnya.

    Sementara itu, per Ahad kemarin, lockdown resmi berlaku di Rusia. Warga tidak diperbolehkan meninggalkan Rusia dan hanya diperbolehkan keluar dari rumah untuk berbelanja. Bisnis-bisnis esensial dibiarkan terbuka untuk memastikan warga tetap mendapatkan makanan dan obat-obatan. Jika warga ketahun melanggar lockdown maka denda US$25 ribu serta penjara tujuh tahun menanti.

    ISTMAN MP | BUSINESS INSIDER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.