Pasangan di India, Menikah di Tengah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kinjal, pengantin perempuan dan pasangannya mengenakkan pakaian pengantin dan keduanya memakai masker di hari pernikahannya untuk menghindari penyebaran virus corona. Sumber: ndtv.com

    Kinjal, pengantin perempuan dan pasangannya mengenakkan pakaian pengantin dan keduanya memakai masker di hari pernikahannya untuk menghindari penyebaran virus corona. Sumber: ndtv.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penutupan total atau lockdown yang dilakukan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi pada akhir pekan lalu telah berdampak pada banyak orang, termasuk pada Akshay Jain, yang hendak menikahkan putrinya pada 31 Maret 2020. Kondisi India yang sedang lockdown, telah membuat Jain yang tinggal di Indore, tak punya banyak pilihan.

    Dikutip dari ndtv.com, Jain dihadapkan pada dua pilihan, apakah menunda pernikahan putrinya atau memangkas jumlah tamu undangan yang hadir termasuk mengurangi rangkaian acara pernikahan. Jain pun memilih untuk tidak menunda pernikahan putrinya.

    Ilustrasi virus corona. Sumber: wikipedia.org

    Menggelar hajatan di tengah wabah virus corona telah membuat Jain harus membatasi jumlah tamu undangan. Walhasil, hanya keluarga dekat saja dari kedua mempelai yang bisa menghadiri demi menghindari penyebaran virus corona.

    Pada hari pernikahan 31 Maret 2020 lalu, putri Jain yang bernama Kinjal dan pasangannya mengenakkan pakaian pengantin dan keduanya memakai masker. Para tamu undangan juga memakai masker. Pasangan itu tidak mau mengambil risiko dengan bertukar bunga dari luar sehingga sebagai gantinya mereka saling bertukar kalung mutiara.

    Selain menggunakan masker, mereka yang ada di acara pernikahan sederhana itu harus mencuci tangan dengan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan dan menjaga jarak, termasuk saat hendak di foto.

    Pernikahan itu tidak seperti yang direncanakan kedua mempelai, namun tetap akan menjadi pengalaman tak terlupakan yang mewarnai kehidupan mereka.           

    Jumlah kasus pasien yang terkena virus corona di India pada Selasa, 31 Maret 2020 naik menjadi 1.397 kasus. Dari jumlah itu, 35 kasus berakhir dengan kematian.    

    Wilayah Indore, India, saat ini telah menjadi pusat penyebaran virus corona di negara bagian Madhya Pradesh dengan 44 kasus COVID-19 atau total ada 66 kasus virus corona disana. Perdana Menteri Modi mengumumkan lockdown selama tiga pekan demi menghentikan penyebaran virus mematikan tersebut, yang telah menewaskan lebih dari 40 ribu orang diseluruh dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.