Mossad Beli 10 Juta Masker untuk APD Virus Corona Israel

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memakai masker saat dia berjalan di pasar di Ashkelon ketika Israel memperketat kebijakan tinggal di rumah menyusul penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) di Ashkelon, Israel 20 Maret 2020.[AMIR COHEN / REUTERS]

    Seorang pria memakai masker saat dia berjalan di pasar di Ashkelon ketika Israel memperketat kebijakan tinggal di rumah menyusul penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) di Ashkelon, Israel 20 Maret 2020.[AMIR COHEN / REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga intelijen Israel Mossad membeli 10 juta masker untuk alat pelindung diri (APD) virus Corona. Perintah pembelian masker ini atas arahan Direktur Mossad Yossi Cohen pekan lalu.

    Laporan ini pertama kali dilaporkan oleh Jerusalem Post pada 30 Maret 2020. Pembelian masker ini sudah diketahui sebelumnya oleh Jerusalem Post, namun karena sensitivitas isu baru dilaporkan pada Senin.

    Selain 10 juta masker medis, Mossad membawa beberapa puluh ventilator, puluhan ribu lebih alat tes, sekitar 25.000 masker bedah N95 yang dirancang untuk melindungi pemakainya dari partikel udara dan cairan, dan diperkirakan akan membawa lebih banyak lagi peralatan medis ke Israel.

    Selasa lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan Cohen mengambil alih upaya negara untuk membeli peralatan medis dari luar negeri.

    Cohen berhasil membawa 100.000 alat uji ke Israel dua minggu lalu, dengan perkiraan 4 juta dalam perjalanan.

    Dilaporkan alat tes itu diperoleh dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sebuah laporan oleh Al Jazeera menyebut alat tes virus Corona tersebut diperoleh dari negara-negara berada di Teluk Persia, yang menjadi salah satu alasan mengapa Mossad memimpin pembelian perlengkapan APD.

    Kementerian Kesehatan mengatakan Senin pagi bahwa jumlah orang Israel yang terinfeksi virus corona adalah 4.347, naik dari 100 kasus sejak Minggu malam, dikutip dari Times of Israel.

    Kasus-kasus itu termasuk 80 pasien dalam kondisi serius, 63 di antaranya terhubung pada ventilator. 81 lainnya dalam kondisi stabil, 134 telah pulih, dan sisanya memiliki gejala ringan.

    Penghitungan virus Corona di Israel melonjak melampaui angka 4.000 pada hari Minggu, dengan peningkatan 628 kasus dalam 24 jam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.