Pilot Maskapai SpiceJet di India Terkena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf medis India dengan alat pelindung diri saat di bangsal rumah sakit untuk merawat pasien virus Corona di rumah sakit pemerintah Rajiv Gandhi di Chennai, India, 29 Januari 2020.[REUTERS]

    Staf medis India dengan alat pelindung diri saat di bangsal rumah sakit untuk merawat pasien virus Corona di rumah sakit pemerintah Rajiv Gandhi di Chennai, India, 29 Januari 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pilot dari maskapai SpiceJet tertular virus corona atau COVID-19. Pilot yang identitasnya tidak dipublikasi itu, terhitung sejak Maret 2020 tidak melakukan penerbangan internasional ke negara mana pun.

    Dikutip dari ndtv.com, pilot tersebut terakhir kali menerbangkan burung besi pada 21 Maret 2020 dengan rute Chennai menuju Delhi, India. Pilot itu sekarang melakukan karantina mandiri. Pihak maskapai meyakinkan memberikan perawatan kesehatan yang sepatutnya pada pilot tersebut.   

    “Keamanan para penumpang dan karyawan kami adalah prioritas. Kami telah secara rutin mengikuti aturan yang diterbitkan oleh WHO dan Pemerintah India. Semua pesawat kami sedang dibersihkan dengan cairan disinfektan sejak Januari 2020 dan cairan disinfektan itu sudah sesuai standar WHO,” kata Juru bicara SpiceJet.

    Buruh migran dan keluarga mereka naik kereta penumpang yang penuh sesak, saat akan diberlakukannya lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), di Mumbai, India, 21 Maret 2020. Para pekerja informal memilih kembali ke kampungnya karena mulai kesulitan mencari nafkah. REUTERS/Prashant Waydande

    India saat ini berstatus lockdown selama 21 hari ke depan atau sampai 14 April 2020. Langkah lockdown dilakukan demi menghentikan penyebaran virus corona. Imbas dari lockdown ini semua penerbangan internasional dan dalam negeri sudah ditangguhkan sementara.

    Di penjuru India, sejauh ini sudah ada lebih dari 900 kasus COVID-19 atau virus corona. dari jumlah itu, 19 pasien berakhir dengan kematian.    

    Virus corona disebut pertama kali menyebar dari Kota Wuhan, Cina. Virus mematikan itu menyebar dengan cepat di tempat yang penuh orang sehingga para ahli menyebut cara paling efektif mengendalikan pandemik ini adalah dengan jaga jarak atau social distancing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.