Pasien Virus Corona Italia Berusia 101 Tahun Dinyatakan Sembuh

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota staf medis dalam pakaian pelindung berpose untuk foto di unit perawatan intensif COVID-19 di rumah sakit San Raffaele di Milan, Italia, 27 Maret 2020. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    Anggota staf medis dalam pakaian pelindung berpose untuk foto di unit perawatan intensif COVID-19 di rumah sakit San Raffaele di Milan, Italia, 27 Maret 2020. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria berusia 101 pasien virus Corona di Italia dinyatakan sembuh dari virus Corona dan telah dipulangkan dari rumah sakit pada Kamis kemarin.

    Gloria Lisi, wakil wali kota Rimini Italia, mengatakan pria yang hanya disebut sebagai Tuan P itu dirawat di rumah sakit Rimini pekan lalu setelah dites positif virus Corona. Dia telah meninggalkan rumah sakit pada Kamis setelah dinyatakan pulih, menurut laporan CNN, 29 Maret 2020.

    Lisi mengatakan kesembuhannya adalah sesuatu yang "benar-benar luar biasa" dan memberi "harapan untuk masa depan."

    "Tuan P berhasil. Keluarga membawanya pulang kemarin malam. Untuk mengajari kami bahwa bahkan pada 101 tahun ke depan tidak tertulis," katanya.

    Pasien P lahir pada tahun 1919, selama pandemi flu Spanyol, yang diperkirakan telah menewaskan antara 30 juta dan 50 juta orang di seluruh dunia.

    Kota Rimini sendiri telah mengkonfirmasi 1.189 kasus virus Corona pada hari Kamis, menurut Departemen Perlindungan Sipil Italia.

    Pendeta memberkati peti jenazah korban virus corona atau Covid-19 yang akan diangkut menggunakan truk militer di Seriate, Italia, 28 Maret 2020. Total korban meninggal akibat virus corona mencapai 86,498. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    Pada Sabtu jumlah korban meninggal virus Corona di Italia mencapai 10.023, memungkinkan lockdown nasional akan diperpanjang.

    Total korban meninggal di Italia tembus 10.000 ketika otoritas melaporkan 889 kematian baru dalam 24 jam sebelumnya, mencatat rekor meninggal virus Corona tertinggi kedua di dunia dalam sehari sejak wabah pecah pada 21 Februari, menurut laporan Reuters.

    Sementara kasus yang dikonfirmasi meningkat sekitar 6.000 menjadi 92.472, jumlah kasus kedua tertinggi di dunia di belakang Amerika Serikat.

    Italia adalah negara Barat pertama yang memberlakukan pembatasan ketat pada aktivitas warganya setelah terpapar wabah lima minggu lalu.

    Wilayah Lombardy, yang telah menanggung dampak virus Corona terburuk, mencatat 542 kematian baru, sehingga jumlah totalnya menjadi 5.944.

    Salah satu faktor tingginya tingkat kematian virus Corona di Italia adalah populasi lansia Italia, yang merupakan yang terbesar di dunia di belakang Jepang.

    Usia rata-rata pasien Italia yang telah meninggal setelah tes positif untuk virus Corona adalah 78, menurut Institut Kesehatan Italia pada Jumat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.